PENYALURAN BEASISWA MTT REGIONAL SUMBAGSEL PERIODE KEDUA

PENYALURAN BEASISWA MTT REGIONAL SUMBAGSEL PERIODE KEDUA

PENYALURAN BEASISWA MTT REGIONAL SUMBAGSEL PERIODE KEDUAPALEMBANG. Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) kembali bekerjasama dengan RZ untuk memberikan beasiswa kepada 118 anak dari keluarga kurang mampu Periode Kedua. Kegiatan ini tidak hanya memberikan uang beasiswa tetapi juga ada pembinaan untuk memberikan ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak dan juga orang tua/walinya.

Penyaluran perdana beasiswa MTT periode kedua ini dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2016 di beberapa wilayah binaan MTT, yaitu Masjid Miftahul Jannah (Ilir Barat I), Masjid Jamik Al-Hidayah (Ilir Timur I), Pondok Pesantren Tahfiz Tijaratul Lantabur (Seberang Ulu II), Masjid Kantor Kejaksaan Jakabaring (Seberang Ulu I), Musholla Babussa’adah (9-10 Ilir), Musholla Al-Ikhlas Perumahan Tuna Netra (Ilir Timur II) dan Masjid Nurul Islam (Bukit Kecil).

Aliyu Ramagaya kelas VI SD menyampaikan “Saya sangat berterimakasih kepada bapak ibu karyawan Telkomsel atas bantuan yang diberikan kepada saya. Semoga bapak ibu karyawan Telkomsel semakin lancar rezekynya. Saya juga berterima kasih kepada Majelis Ta’lim Telkomsel dan RZ. Semoga Majelis Ta’lim Telkomsel dan RZ semakin maju”.***

Newsroom/Susilowati
Palembang

banjir 2

SD JUARA PEKANBARU KUMPULKAN BANTUAN PEDULI BENCANA BANJIR

banjir 2PEKANBARU. Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Riau membuat SD Juara pekanbaru melaksanakan penggalangan dana Peduli banjir untuk membantu para korban banjir yang terjadi sejak beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumaat (12/2/2016) di lingkungan sekolah.

Kegiatan amal dilakukan pada pukul 08.00 setelah kegitan Sholat Dhuha, peserta didik dikumpulkan dihalaman sekolah. Kegiatan didahului pengarahan akan kondidi banjir yang terjadi dan keutamaan membantu saudara yang lain.

Setelah pengarahan siswa berlomba memasukan bantuan ke dalam kotak yang telah disediakan.
Selain sebagai bentuk kepedulian akan sesama, kegiatan ini juga merupakan sarana pendidikan pembentukan karakter anak yaitu mampu merasakan keadaan orang lain dan peduli akan sesama.

“Penggalangan dana untuk korban bencana alam yang dilakukan oleh siswa sekolah dasar juara adalah hal yang luar biasa. Disamping menyuburkan budaya sedekah pada anak, hal ini membuat anak lebih peduli pada penderitan yang dialami orng lain,menumbuhkan sikap responsibilitas sebagai core value sekolah juara. Mereka memberi bukan karena berlebih. Tapi karena mereka peduli. Salut tuk anak2 yg mau menyisihkan jajan mereka untuk membantu saudara2 yg terkena bencana”. Ujar buk Heny selaku wakil kesiswaan SD Juara pekanbaru.***

Newsroom/Suriksodi Saputro
Pekanbaru

Pak Suparno dan Produk jahe

SUPARNO, USAHA JAHE MASIH OPTIMIS DITENGAH KRISIS

Pak Suparno dan Produk jaheSEMARANG. Usahanya membuat jahe wangi sudah cukup lama, sejak 3 tahun yang lalu karena beliau mempunyai prinsip untuk tidak kerja ikut orang. Beliau lah Suparno, ayah dua anak tersebut sangat telaten menekuni usaha produksi jahenya. Produksi bertempat dirumahnya, Jalan musi 1A no. 7 Semarang, salah satu lokasi pemukiman yang rawan bencana banjir.

Awal usaha jahe wangi dapat resep dari teman dan kemudian dipraktekan, hasilnya beliau coba jual ke teman-teman dan Alhamdulillah responnya baik. Itulah yang membuat beliau percaya diri. Namun usaha yang digelutinya ini hingga sekarang belum bisa berkembang secara signifikan. Padahal beliau dituntut untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Maka dari itu, untuk menutupi celah tersebut, selain usaha membuat jahe wangi bubuk, beliau membuat usaha lain yaitu memproduksi susu kedelai. Hal ini beliau lakukan setiap hari dan dijajakan langsung keliling pagi itu. Rata-rata sebelum bergabung jadi binaan RZ bisa menjual 50 hingga 60 bungkus per hari.

Namun semenjak bergabung dengan RZ sudah bisa menjual hingga 100 bungkus per hari. Sehingga rata-rata beliau bisa bawa pulang penghasilan bersih Rp. 50.000 – Rp. 70.000 per hari. Selain itu istri beliau, ibu Suprihatin, mempunyai aktifitas juga menjahit di rumahnya. Sedikit-sedikit bisa untuk membantu ekonomi keluarga.***

Newsroom/Andriyan Citra
Semarang

OUTING ANAK JUARA RZ LAMPUNG KE LAMPUNG POST

OUTING ANAK JUARA RZ LAMPUNG KE LAMPUNG POST

OUTING ANAK JUARA RZ LAMPUNG KE LAMPUNG POSTBANDAR LAMPUNG. (02/02). Sebanyak 17 orang anak juara binaan RZ wilayah binaan Kecamatan Rajabasa mengadakan Outing Juara ke kantor Lampung Post yang terletak di jalan Sukarno Hatta No. 108 Bandar Lampung.

Kegiatan ini bertepatan dengan Peringatan Hari Pers Nasional. Dalam kegiatan outing ini, anak-anak belajar tentang dunia pers, seperti kewartawanan, kejurnalistikan, reporter, redaksi, percetakan, dll.

Kak Ahmad Al Asyasyi selaku pihak dari lampung post, selanjutnya mengajak dan memandu anak-anak untuk berkeliling di sekitar kantor lampung post dan langsung melihat aktivitas kakak-kakak wartawan dan karyawan lainnya yang sedang bertugas.

“Kita harus bersih dan harus berani bicara, karena orang yang berani bicara, dialah yang akan menjadi orang besar” Pesan Kak Ahmad kepada anak-anak juara binaan RZ. Anak-anak pulang dengan senang hati dan mendapat pengalaman dan wawasan baru tentang dunia pers.

Newsroom/Ezza Tania
Bandar Lampung

JUALAN SURABI, TUMPUAN NOVAN UNTUK MELANJUTKAN KULIAH

JUALAN SURABI, TUMPUAN NOVAN UNTUK MELANJUTKAN KULIAH

JUALAN SURABI, TUMPUAN NOVAN UNTUK MELANJUTKAN KULIAHBANDUNG. Kehidupan yang keras adalah salah satu cara Allah untuk mendidik kita lebih dewasa. Novan, pemuda berusia 22 tahun harus bekerja keras untuk membiayai kuliah sendiri. Novan kehilangan sosok ayah semenjak tahun 2010 yang lalu. Saat ini, ibunyalah yang menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan nasi timbel.

Akhir-akhir ini, Novan terpaksa cuti kuliah karena kekurangan biaya. Ia tidak mau membebani ibunya karena masih ada adiknya yang masih sekolah. Ia berniat untuk bekerja sambil kuliah, tetapi hingga saat ini ia belum mendapat pekerjaan. Akhirnya ia memutuskan untuk berjualan saja. “Daripada saya bekerja dengan orang lain, lebih baik saya jualan surabi aja, tutur Novan.”

Kue surabi, makanan khas Bandung yang selalu menggoda selera. Apalagi dimakan saat suasana hujan, surabi hangat solusinya. Novan membuat adonan surabi dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Menggunakan gerobak dan perlengkapan yang dipinjamkan dari tetangganya, Novan berjualan di sebrang sebuah Mall di Bandung dari pukul 17.00 WIB hingga larut malam. “Saya berharap RZ bisa membantu usaha ini,” tutur Novan sambil tersenyum.***

Newsroom/Feni Endah Pratiwi
Bandung

RELAWAN RZ BANTU KORBAN BANJIR DI CIBEUNYING KALER BANDUNG

RELAWAN RZ BANTU KORBAN BANJIR DI CIBEUNYING KALER BANDUNG

RELAWAN RZ BANTU KORBAN BANJIR DI CIBEUNYING KALER BANDUNGBANDUNG. Hujan deras yang mengguyur kota Bandung beberapa hari lalu, menyebabkan terjadinya banjir bandang datang yang sedikitnya menghancurkan beberapa rumah warga di daerah Kampung Cijotang, Kecamatan Cibeunying Kaler, Bandung pada Rabu, (8/2) pukul 13.30 WIB.

Hal ini menyisakan duka tersendiri bagi 7 kepala keluarga dengan 22 orang anggota keluarga. Hampir tak ada sedikitpun barang yang bisa diselamatkan sehingga sampai saat ini mereka mengungsi di saudara dan tetangga sekitar.

Pada Selasa pagi (11/2) relawan RZ Bandung bergerak meninjau lokasi dan turut membantu evakuasi warga karena pada saat itu daerah Dago atas sedang hujan lebat dan intensitasnya sangat tinggi. Dikhawatirkan banjir bandang akan datang menerjang kembali.

Kamis (11/2) Relawan RZ Bandung kembali datang mengunjungi warga untuk menyerahkan bantuan yang dibutuhkan oleh warga berupa kompor gas beserta regulatornya, piring, sendok, gelas, selimut serta tikar. Bantuan di serahkan kepada ketua RT dan RW untuk selanjutnya disalurkan kepada para pengungsi.***

Newsroom/Pardiman
Bandung

cms-image-000003166

MANAJEMEN HUTANG

Oleh: Ahmad Gozali

Kalau diadakan survey siapa yang belum pernah berhutang, mungkin hanya akan sedikit orang saja yang menjawab belum pernah berhutang sama sekali. Ada yang berhutang karena terpaksa, ada yang berhutang dengan sukarela. Yang jelas, banyak yang tersenyum ketika mendapatkan hutang. Dan banyak yang cemberut ketika harus membayarnya. Agar hutang tak membuat keuangan berantakan, perhatikan 3 hal ini dalam melakukan manajemen hutang:

1. Jangan berhutang sebelum jelas penggunaannya

“Ada yang menawari hutang nih, enaknya dipakai buat investasi apa ya?”
Awalnya saya bingung dengan pertanyaan seperti ini, kalau tidak perlu berhutang dan tidak tahu hutangnya mau dipakai buat apa, lalu kenapa berhutang? Namun ternyata, yang bertanya mengenai hal ini tidak cuma satu dua orang saja.

Pertama, jangan ge er dulu kalau mendapat tawaran hutang, dari manapun datangnya. Bagi perusahaan keuangan, seperti bank, leasing, multifinance, koperasi, dll, hutang adalah barang dagangan mereka. Maka kalau Anda ditawari hutang, artinya sedang ditawari untuk membeli barang dagangan mereka. Jadi tak perlu ge er dan tak perlu sungkan untuk menolak, akan masih banyak lagi kesempatan lain untuk berhutang.

Kedua, yang namanya beli barang dagangan, pasti ada harga yang harus dibayar. Biasanya, biaya hutang tentu lebih mahal daripada hasil investasi. Saat tawaran itu datang, tak perlu berfikir investasi apa ya agar hutangnya bisa dikembalikan sekaligus mendapatkan keuntungan. Ingat, hutang itu harus dibayar bulanan dan investasi yang juga memberikan hasil bulanan biasanya sangat kecil.

Kalaupun ada investasi yang hasilnya lebih tinggi dari biaya hutang adalah investasi yang naik harganya seperti kenaikan harga saham, emas, reksadana, properti, dll. Itu tidak memberikan hasil bulanan, sehingga untuk cicilan bulanannya harus dirogoh dari kocek sendiri.

2. Pilih hutang manis dan perhatikan dosisnya.

Hutang itu seperti obat. Ada obat yang dimakan dalam kondisi darurat, kita sebut saja ini obat yang pahit, yang terpaksa dikonsumsi saat sakit. Tapi ada juga obat yang manis, seperti vitamin dan suplemen yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan.

Begitu juga dengan hutang. Ada hutang pahit, yaitu hutang “terpaksa” diambil agar bisa menyembuhkan kondisi keuangan yang sedang sakit. Dan ada juga hutang manis yaitu hutang yang diambil bukan karena terpaksa, tapi diambil untuk menambah kekuatan keuangan. Hutang manis ini misalnya saja berhutang untuk barang produktif atau modal usaha.

Walaupun ada yang namanya hutang manis, dosisnya tetap saja harus kita perhatikan agar tidak berlebihan membebani kondisi keuangan. Seperti juga vitamin dan suplemen, jika dikonsumsi berlebihan tentu berbahaya juga untuk kesehatan. Dalam kondisi normal, anjuran cicilan hutang tidak boleh lebih dari 1/3 penghasilan. Jika cicilan hutang sudah lebih dari 1/3 penghasilan, maka biasanya biaya hidup akan terganggu dan jelas tidak ada setoran tabungan untuk masa depan.

Bagaimana kalau sudah terlanjur? Lakukan penjadwalan hutang agar jangka waktunya lebih panjang dan cicilannya lebih rendah. Atau lakukan “amputasi asset” alias menjual sebagian asset untuk membayar hutang tersebut.

3. Please, jangan ada bunga di antara kita.
Terakhir, tapi yang paling penting, jangan jadikan hutang dengan riba sebagai bumbu penyedap keuangan kita. Karena dosanya sama saja untuk yang menerima, yang membayar, yang mencatat, dan yang menjadi saksinya. Karena keuangan itu bukan cuma nilai rupiah, tapi juga nilai berkah.

Makalah Biografi dan Kisah Kepemimpinan Umar bin Khattab Ra

MENJADI SEPERTI UMAR

Oleh: Titin Titan

Lelaki itu terguncang. Tak pernah terpikir dalam benaknya menerima amanah ini. Maka di tengah gejolak hatinya itu ia bangkit lantas berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya jabatan ini diberikan kepadaku tanpa bermusyawarah dahulu denganku dan tanpa pernah aku memintanya, sesungguhnya aku mencabut bai’ah yang ada di leher kamu dan pilihlah siapa yang kalian kehendaki.”

Penolakan ia sampaikan, tetapi orang-orang tetap memilihnya. Ia pun akhirnya menerima dengan berat hati, rasa takut kepada Allah, dan tangisan. Segala keistimewaan yang merupakan fasilitas atas kedudukannya ia tolak. Ia pun lantas pulang ke rumah berniat untuk tidur. Letih setelah mengurus jenazah seorang sahabat yang kedudukannya kini ia gantikan.

Pada saat itulah anaknya yang berumur 15 tahun masuk, menanyakan apa gerangan yang sedang diperbuatnya. Maka ia pun menjawab, “Wahai anakku, ayahmu letih mengurusi jenazah bapak saudaramu dan ayahmu tidak pernah merasakan keletihan seperti ini”.
“Jadi apa yang akan engkau lakukan, wahai ayah?” tanya anaknya ingin tahu.
“Ayah akan tidur sebentar hingga masuk waktu zhuhur, kemudian ayah akan keluar untuk salat bersama orang-orang.”

Bukannya mengiyakan, sang anak justru berkata, “Ayah, siapakah yang menjamin ayah masih hidup hingga waktu zhuhur nanti sedangkan sekarang adalah tanggung jawab Amirul Mukminin mengembalikan hak-hak orang yang dizalimi?”

Umar ibn Abdul Aziz terbangun dan membatalkan niat untuk tidur, beliau memanggil anaknya untuk mendekat sambil berkata, “Segala puji bagi Allah yang mengeluarkan dari keturunanku, orang yang menolong aku di atas agamaku.”

Ya, dialah seseorang yang mendapat julukan sebagai Khalifah kelima, cicit Umar Bin Khattab yang bahkan tak sampai mengenyam masa tiga tahun kepemimpinannya, tapi berita tentang kemakmuran rakyatnya saat itu belum tertandingi hingga memasuki abad ke 21 ini. Dialah Umar ibn Abdul Aziz r.a.

***
Menjadi seorang pemimpin memang tak pernah mudah. Ada banyak sinergi yang harus dibangun di sana, meski hanya untuk memimpin diri sendiri. Ada ego yang harus dikalahkan, ada proses yang harus dijaga penuh kesabaran serta keikhlasan. Apatah lagi memimpin keluarga, sekelompok manusia di lingkungan kerja, di lingkungan rumah, atau bahkan dalam ruang yang lebih besar lagi, memimpin sebuah daerah atau sebuah negara. Mutlak dibutuhkan seni kepemimpinan yang tak gampang.

Untuk menjadi seorang pemimpin setidaknya dia harus punya rasa kepedulian yang tinggi. Tidak perlu jauh-jauh peduli akan orang lain dahulu, tapi pedulilah pada diri sendiri. Peduli pada rupa wajah sendiri ketika kelak dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinan kita oleh-Nya. Jika kita ingin menyelamatkan rupa di depan Allah, tentu harus bermula dari tanggung jawab yang kita bangun ketika diamanahi menjadi seorang pemimpin, bukan?

Sehingga dengan kepedulian tersebut akan melahirkan tanggung jawab menjadi seorang pemimpin yang (sudah) seharusnya membawa pasukan yang dipimpinnya ke arah yang lebih baik. Entah itu kesejahteraan hidup, kenyamanan tinggal, kerukunan antar sesama, dan yang jelas menjadi lebih baik di hadapan-Nya.

Ketika menjadi pemimpin, Umar berangkat dari tanggung jawab yang penuh terhadap Allah. Sehingga ia mempunyai alasan yang tak pernah lekang untuk tetap berbuat baik, untuk tetap tegak berdiri saat menghadapi segala ujian serta kesulitan.

Maka pemimpin ideal adalah ia yang menjadikan Allah sebagai alasannya untuk melangkah, untuk mengatur segala kebijakan yang diambilnya. Maka pemimpin yang ideal adalah ia yang mempunyai visi tentang kehidupan akhirat, sebab ia yakin dengan begitu kenikmatan dunia akan otomatis mengikuti.
Maka pemimpin ideal adalah ia yang ia bahkan tak berani menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, seperti Umar yang mematikan pelita ketika menerima tamu untuk urusan keluarga, bukan negara.

BERSAMA SHAM FM, SISWA SD JUARA SURABAYA MENGUDARA

BERSAMA SHAM FM, SISWA SD JUARA SURABAYA MENGUDARA

BERSAMA SHAM FM, SISWA SD JUARA SURABAYA MENGUDARASURABAYA. (09/02). Dalam rangka memperingati hari pers nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari, siswa-siswi kelas 5 SD Juara Surabaya melakukan kegiatan outing class ke Radio Suara Muslim- Sham FM Surabaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu untuk melakukan wawancara dan laporan kunjungan.

Stasiun Radio Suara Muslim berada satu lokasi dengan Griya Qur’an Surabaya. Kedatangan kami di sambut oleh kak Wahyu salah satu penyiar di Radio Suara Muslim. Radio Suara Muslim adalah radio yang fokus pada keislaman dan telah mengudara di tiga kota, Surabaya, Madiun, dan Lumajang.

Setelah dikumpulkan di aula, anak- anak diajak untuk berkeliling melihat berbagai ruang yang ada di sana. Ruang pertama yang dikunjungi adalah loby, di tempat ini anak-anak diajak melihat berbagai program dan jadwal siaran radio. Loby bersebalahan dengan perpustakaan dan ruang siaran yang kedap suara. Anak- anak bisa melihat langsung bagaimana proses siaran berlangsung.

Berikutnya anak- anak diajak menuju ruang produksi satu, di ruangan ini proses rekaman dan pembuatan iklan berlangsung. Anak-anak bahkan diberi kesempatan untuk merekam suara mereka. Setelah dari ruang produksi satu, tour berikutnya berlanjut ke ruang produksi dua dimana tempat editing berlangsung. Ruangan ini bersebelahan dengan ruang Gate keeper, yaitu tempat produser mengontrol proses siaran yang sedang berlangsung.

Ruangan terakhir yang dikunjungi adalah ruang marketing dan ruang kreatif. Setelah tour berakhir anak-anak di bagi dalam 6 kelompok dan diberi tugas untuk melakukan wawancara dengan beberapa pegawai yang bekerja di sana. “kami sangat senang atas kunjungan dari siswa-siswa ini, pengalaman baru, karena biasanya yang berkunjung adalah anak-anak tingkat SMA” kata kak Riska selaku salah satu produser di sana.

Anak- anak begitu antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan di radio suara muslim. “Kapan kita ke sini lagi bu, tempatnya nyaman. Saya mendapat banyak pengalaman baru disini?’ kata Aulia Wardana, salah satu siswi kelas 5 Sd Juara Surabaya.

Kegiatan diakhiri dengan photo bersama. “ Bu, aku mau salim dulu sama kakak yang ada di loby” kata Nadia sebelum pulang.***

Newsroom/Suradin
Surabaya

AMBULANCE RZ BANTU MASYARAKAT KALTIM

AMBULANCE RZ BANTU MASYARAKAT KALTIM

AMBULANCE RZ BANTU MASYARAKAT KALTIMSAMARINDA. Senyum sehat merupakan salah satu program Rumah Zakat (RZ) untuk melayani masyarakat kurang mampu agar mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan dalam program ini adalah memberikan fasilitas ambulan gratis untuk siapapun yang memerlukan. Santoso (46), pengurus RZ di bidang program kesehatan ini menjelaskan tentang fasilitas ini. Sebagai supir ambulan mengatakan fasilitas ini diperuntukkan untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan.

“Fasilistas mobil ambulan ini untuk siapa saja yang membutuhkan, muslim dan non muslim. Orang sakit dan jenazah,” ucap Santoso pada KlikSamarinda pada Rabu, 10 Februari 2016, setelah mengantarkan warga Kabupaten Kutai Barat yang sedang sakit. Fasilitas ini berlaku untuk perjalanan di bawah 50 KM. Jika untuk perjalanan ke luar kota dikenai infak. Meskipun demikian, bagi warga yang tidak mampu, akan dibuatkan surat keteranga tidak mampu yang ditandatangani RT setempat, agar meendapatkan fasilitas ambulan ini tanpa biaya.

“Misal, orang stroke, mau sewa mobil mahal, panggil aja, ga bayar! Gratis sampai 50 kilometer, untuk luar kota ada infaknya. kalau pun tidak mampu nanti saya buatkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) kemudian minta tanda tangan RT, biarpun luar kota, gratis,” cerita Santoso saat ditemui KlikSamarinda di markas RZ Jalan Agus Salim Nomor 7 Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim).

Pria 46 tahun ini sudah sejak 3 tahun lalu bergabung dengan RZ. Dirinya sangat menikmati pekerjaannya. Santoso mengaku senang bekerja membantu orang lain. “Aku ngantar sampai ke Melak, Banjar. Baru-baru ini aku ke Berau. Kerjaannya asik lo! maksudnya itu, aku tuh ga punya apa-apa lo, tapi aku bisa bantu orang, asyiknya di situ,” ungkapnya.***

Sumber : http://www.kliksamarinda.com/berita-1980-ambulan-rumah-zakat-bantu-masyarakat-kaltim.html