APA NGGAK TAKUT DITEMBAK PAK?

belajar aktif sejak dini
Berita sebelumnya :
8-Februari-2008
BANDUNG. Mayor Tarsono dari Pussenif baru saja selesai menjelaskan bagaimana cita-citanya menjadi seorang tentara bisa terwujud. Kata dia, untuk menjadi seorang tentara harus disiplin dan rajin salat. Para siswa sekolah dasar yang menyimak cerita itu, lantas mengacungkan jari. Mereka ingin mengajukan pertanyaan seputar profesi tentara. Galih (10), siwa kelas 4, yang mendapat kesempatan. Lalu bertanya. "Apa nggak takut ditembak Pak?"
Tentu saja pertnyaan itu membuat teman-teman dan guru sekolah tertawa. Mayor Tarsono pun tersenyum. Dia menjawab, ditembak adalah risiko yang harus diterima menjalani profesi sebagai tentara. Dan menjadi tentara, memiliki tugas membela negara.
Kamis (7/2), SD Juara, sekolah gratis buatan Rumah Zakat Indonesia (RZI) di Jalan Sukarajin I, Kota Bandung, menggelar acara Careers Day. Tujuannya untuk mengenalkan kepada para siswa untuk mengenal berbagai dunia profesi. Dengan demikian, para siswa bisa belajar dan termotivasi mewujudkan cita-citanya. Mereka yang hadir, di antaranya tentara (TNI), polisi, dokter, dan pemain bola.
"Tujuannya, agar mereka termotivasi untuk mewujudkan citacitanya. Seperti dikatakan pak tentara, kalau mau jadi tentara itu harus disiplin dan rajin shalat. Jadi mereka mengenal secara langsung, bukan hanya cerita," jelas Kepala Sekolah SD Juara, Triyono Suwito, Kamis (7/2).
SD Juara baru berdiri 6 bulan lalu. Sudah memiliki empat kelas. Tiga kelas diisi pelajar pindahan dari sekolah lain di sekitar SD Juara. Sekolah ini gratis, tak memungut biaya pendidikan satu rupiah pun. Biaya operasional dibiayai oleh Rumah Zakat Indonesia. Demikian dengan para pengajarnya.
Semua murid di sekolah ini berasal dari keluarga tidak mampu. Saat mereka mendaftar, pihak sekolah akan melakukan verifikasi ke rumah-rumah. Selain gratis, siswa juga mendapat seragam dan pakain olahraga gratis. Untuk buku pelajaran, mereka diberi pinjaman.***
Kisdiantoro
Dikutip dari tribunjabar.co.id, 8 Februari 2008