“KUNJUNGAN DINAS” SD JUARA KE DPRD KOTA BANDUNG

'calon anggota dewan masa depan'
Berita sebelumnya :
20-Februari-2008
BANDUNG. Sebagai
guide, Moch Sayrif Amin yang kesehariannya menjabat sebagai staf protokol DPRD Kota Bandung mengarahkan 10 anak murid SD Juara menyusuri setiap ruangan yang berada di komplek gedung DPRD Kota Bandung pada Rabu (20/2). Galih sebagai ketua rombongan di ajak melihat lebih dekat lagi tempat para wakil rakyat bekerja memperjuangkan nasib masyarakat kota Bandung, Galih dan teman-temannya menyusuri Ruangan Komisi A, Komisi A ini tugasnya mengurusi yang berhubungan dengan kepemerintahan urai Syarif.
Setelah selesai mengunjungi Komisi A, B, C dan D 10 siswa yang semuanya adalah murid kelas 4 SD Juara ini didampingi Triyono Suwito dan Rindu Rosmawati diajak untuk mengunjungi ruang rapat paripurna yang berada di lantai dua. Di ruangan yang tampak hanya kursi meja dan peralatan siding ini murid-murid SD Juara di perbolehkan untuk merasakan langsung empuknya kursi para wakil rakyat.
Luthfi dari luar ruang rapat paripurna berlari langsung menuju ke kursi yang tepat berada di depan menghadap kursi yang berjumlah lebih banyak (kursi ketua DPRD-red), saya juga ingin kalau besar nanti jadi ketua DPRD, tuturnya polos.
Tidak hanya Lutfi, begitu juga Oni dirinya mengaku berharap kelak bisa berada dikursi yang sekarang ia rasakan.
Tidak lama kemudian Galih dan kawan-kawan berinterkasi dengan staf protocol gedung tersebut, mereka diajak bertamu ke ruangan ketua DPRD kota Bandung, Husni Mutaqin.
Diruangan yang terbagi dua satu bagian adalah ruangan kerja sehari-harinya dan satu ruangan lagi ruangan untuk rapat atau lebih dikenal dengan ruang lobi. Anak-anak bertatap muka langsung dengan Ketua DPRD Kota Bandung yang juga ikut meresmikan pembukaan SD Juara waktu itu. Dalam dialognya, namanya juga anak-anak pertanyaannya pun masih berbahasa anak-anak pula, pak kenapa diluar ada tulisan dilarang merokok, tapi kenapa Lutfi tadi melihat ada orang yang merokok? Kontan saja semua yang berada diruangan tersebut tak kuat menahan gelak tawa.
Tidak berhenti sampai disitu setelah para siswa disuguhi dengan wawasan kenegaraan yang juga merupakan bagian pelajaran dari Kewarganegaraan kegiatan yang Triyono Suwito S. Pd bertujuan sebagai implementasi pembelajaran kontekstual, peserta didik diajarkan langsung dimana tempat terjadinya peristiwa seperti yang dituliskan dalam kurikulum, setelah dari DPRD rombongan langsung menuju ke museum Geologi.
Sesampainya di museum yang didirikan tahun 1929 ini lagi-lagi para siswa disuguhi dengan pengetahuan-pengetahuan yang begi mereka masih terbilang baru.
Di museum ini mereka diguide langsung oleh kepala sekolah SD Juara yang juga merupakan lulusan jurusan Sejarah, diterangkan sejarah terciptanya bumi dan alam semesta, diterangkan pula asal muasal fosil makhluk hidup dari hewan purba, manusia purba sampai tumbuhan-tumbuhan yang hidup pada zaman purbakala.
Masih menurut Triyono kegiatan ini dilakukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar khususnya pelajaran Kewarganegaraan agar peserta didik lebih mampu menyerap materi yang diajarkan oleh gurunya dari pada hanya menerima materi yang bersifat lisan saja.***
Newsroom/AlamsyahBandung