PELATIHAN ’MENUJU KELUARGA SEJAHTERA’

Share |

 

imgproduktivitas = semakin sejahtera

Berita sebelumnya :

25-Februari-2008 SEMARANG. Rumah Zakat dengan RBG (Rumah Bersalin Gratis) -nya adalah salah satu contoh posisi peran zakat jika dikelola secara benar, profesional, dan mengarah pada usaha-usaha produktif. Usaha produktif tentulah dalam konteks muara mampu menyentuh kaum dhuafa, menyantuni, mengentaskan mereka yang terpinggirkan, serta ikut berperan melahirkan generasi dengan sumber daya insani yang berkualitas.

Minggu (23/2), dalam rangka melahirkan generasi sumber daya insani yang berkualitas, Rumah Bersalin Gratis (RBG) Rumah Zakat Semarang mengadakan Pelatihan Produktivitas Keluarga Menuju Keluarga Sejahtera. Peserta pelatihan adalah 25 Kepala Keluarga (KK) yang sudah tercatat sebagai member RBG yaitu keluarga yang telah melahirkan bayinya di RBG yang sebagian besarnya adalah warga Kelurahan Lamper Tengah. Acara dimulai pukul 09.00 dan akan diawali dengan taushiyah yang akan diisi oleh ustad Subhan. Dalam acara tersebut hadir pula, Bapak Darmanto selaku wakil Takmir Masjid AnNur Lamper Tengah yang akan memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan tersebut.

Pelatihan yang dipusatkan di Masjid Annur Jl. Lamper Tengah ini, dilakukan secara terpisah untuk semua anggota dari masing-masing KK tersebut. Untuk para ayah mendapatkan pelatihan Pembuatan Susu Kacang Hijau yang akan disampaikan oleh Mustahik Relation Officer (MRO) Rumah Zakat Indonesia. Sedangkan untuk para Ibu mendapatkan pelatihan Pembuatan Kue Praktis dalam hal ini adalah donut dan bolu kukus yang akan diberikan oleh PT. Sriboga Ratu Raya. Dan untuk balita mereka, diikutkan dalam lomba bayi sehat yang diselenggarakan pula oleh RBG.

Dengan diadakan acara pelatihan ini diharapkan akan menambah ketrampilan untuk member RBG yang kedepannya akan bertambah pula kemandirian dari masing-masing KK tersebut. Hal seperti ini sudah menjadi tugas bersama untuk menggalang bagian dari ketercukupan kita, mendistribusikannya dengan muara kemaslahatan umat. Tentu dengan pengelolaan yang makin sistematis, terarah dan produktif. Kepeduliaan itu harus dipersentuhkan ke arah yang bermakna investasi sumberdaya manusia Indonesia.***


Newsroom/Andriyan
Semarang

Terpopuler