Makna Zakat

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 : “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” ... Selengkapnya

Zakat Perdagangan

Ketentuan :

  1. Telah mencapai haul
  2. Mencapai nishab 85 gr emas
  3. Besar zakat 2,5 %
  4. Dapat dibayar dengan barang atau uang
  5. Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha ( CV, PT, koperasi)
  6. Cara Hitung :
    Zakat Perdagangan =
    ( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) – (hutang-kerugian) x 2,5 %

Selengkapnya »

Zakat Pertanian

Ketentuan :
Mencapai nishab 653 kg gabah atau 520 kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok

  1. Jika selain makanan pokok, maka nishabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum di daerah
  2. Kadar zakat apabila diairi dengan air hujan, sungai, atau mata air, maka 10 %
  3. Kadar zakat jika diairi dengan cara disiram (dengan menggunakan lat) atau irigasi maka 5. 5. zakatnya 5 %

Zakat Hadiah

  1. Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka ketentuannya sama dengan zakat profesi dan dikeluarkan pada saat menerima hadiah.
    Besar Zakat yang dikeluarkan 2.5%.
  2. Jika komisi, terdiri dari 2 bentuk :
    Pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10%.
    Kedua, jika komisi dari hasil profesi misalnya makelar, maka zakatnya seperti zakat profesi.
  3. Jika hibah :
    Pertama, jika sumber hibah tidak diduga - duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%.
    Kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada, zakat yang dikeluarkan sebesar 2.5%.

Zakat Emas dan Perak

Zakat Emas


Ketentuan :

  1. Mencapai haul
  2. Mencapai nishab, 85 gr emas murni
  3. Besar zakat 2,5 %

Cara Menghitung :
  1. Jika seluruh emas/perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali
    Zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 %
  2. Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai
    Zakat = (emas yang dimiliki - emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 % Selengkapnya »

Zakat Fitrah

Ketentuan :
  1. Besarnya zakat fitrah adalah 2.5 kg
    Atau menurut Abu Hanifah, boleh membayarkan sesuai dengan harga makanan pokok
  2. Orang yang wajib membayar zakat fitrah
    Semua muslim tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, bayi, anak-anak dan dewasa, kaya atau miskin (yang mempunyai makanan pokok lebih dari sehari)
  3. Waktu mengeluarkan zakat fitrah :
    Boleh diberikan awal bulan Ramadhan, tetapi wajibnya zakat fitrah diberikan menjelang Sholat Idul Fitri atau tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan

Cara Membayar Fidyah : Fidyah dibayarkan bagi orang yang berhalangan (udzur) yang dibolehkan secara syar’i(sakit, sudah sepuh, dll). Pembayaran fidyah sesuai dengan jumlah hari tidak puasa dikalikan dengan biaya makan sehari-hari.

Zakat Simpanan

Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai 85 gr emas murni.
Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %

  1. Zakat simpanan Tabungan
    Saldo akhir : saldo akhir - Bagi hasil/bunga
    Besarnya zakat : 2,5 % x saldo akhir
  2. Zakat Simpanan Deposito
    Penghitungan sama dengan zakat simpanan
    Tabungan.

Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab.

Menurut Yusuf Qorodhowi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian.

Nisab sebesar 5 wasaq / 652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 %.
Terdapat 2 kaidah dalam menghitung zakat profesi

  1. Menghitung dari pendapatan kasar (brutto)
    Besar Zakat yang dikeluarkan = Pendapatan total (keseluruhan) x 2,5 %
  2. Menghitung dari pendapatan bersih (netto)
    1. Pendapatan wajib zakat=Pendapatan total - Pengeluaran perbulan*
    2. Besar zakat yang harus dibayarkan=Pendapatan wajib zakat x 2,5 % Selengkapnya

Saham dan Investasi

Hasil dari keuntungan investasi saham, wajib dikeluarkan zakatnya sesuai dengan kesepakatan para ulama pada Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404.) Namun para ulama berbeda tentang kewajiban pengeluaran zakatnya.

Pendapat pertama yang dikemukakan oleh Syeikh Abdurrahman Isa dalam kitabnya "al-Mu'amalah al-Haditsah wa Ahkmuha" mengatakan bahwa yang harus diperhatikan sebelum pengeluaran zakat adalah status perusahaannya, di mana:

  • Jika perusahaan tersebut hanya bergerak di bidang layanan jasa, misalnya biro perjalanan, biro iklan, perusahaan jasa angkutan (darat, laut, udara), perusahaan hotel, maka sahamnya tidak wajib dizakati. Hal ini dikarenakan saham-saham itu terletak pada alat-alat, perlengkapan, gedung-gedung, sarana dan prasarana lainnya... Selengkapnya

Login Donatur

Username
Password
 

Online Support

Nishab Zakat Januari - Desember 2010

NO PROVINSI KHL 2010 (Rp) Nishab Growth KHL 2009
thd 2010
Growth Nishab 2009
thd 2010
1 Aceh Rp 1,400,000 3,272,684 17% 8%
2 Sumut Rp 916,124 2,141,560 17% 8%
3 Sumbar  Rp 979,000 2,288,541 12% 4%
4 Riau  Rp 1,053,000 2,461,526 29% 20%
5 Kep. Riau  Rp 1,073,264 2,508,896 16% 8%
6 Jambi  Rp 970,662 2,269,050 32% 22%
7 Sumsel  Rp 1,031,902 2,412,206 -6% -13%
8 Bangka Belitung  Rp 1,150,000 2,688,276 18% 9%
Selengkapnya

Online Support

Nishab Zakat Januari - Desember 2010

NO
PROVINSI
KHL 2010 (Rp)
Nishab
Growth KHL 2009 thd 2010
Growth Nishab 2009 thd 2010
1
Aceh
Rp 1,400,000
3,272,684
17%
8%
2
Sumut
Rp 916,124
2,141,560
17%
8%
3
Sumbar
Rp 979,000
2,288,541
12%
4%
4
Riau
Rp 1,053,000
2,461,526
29%
20%
5
Kep. Riau
Rp 1,073,264
2,508,896
16%
8%
6
Jambi
Rp 970,662
2,269,050
32%
22%
7
Sumsel
Rp 1,031,902
2,412,206
-6%
-13%
8
Bangka Belitung
Rp 1,150,000
2,688,276
18%
9%
9
Bengkulu
Rp 788,956
1,844,288
10%
2%
10
Lampung
Rp 861,340
2,013,495
11%
3%
11
Jawa Barat
Rp 731,680
1,710,398
19%
10%
12
DKI Jakarta
Rp 1,317,710
3,080,320
25%
16%
13
Banten
Rp 905,707
2,117,209
6%
-2%
14
Jawa Tengah
Rp 803,985
1,879,421
31%
22%
15
Yogyakarta
Rp 750,490
1,754,369
9%
1%
16
Jawa Timur
Rp 856,888
2,003,088
57%
46%
17
Bali
Rp 959,232
2,242,331
35%
25%
18
NTB
Rp 1,460,099
3,413,173
101%
86%
19
NTT
Rp 943,404
2,205,331
21%
12%
20
Kalbar
Rp 866,250
2,024,973
11%
3%
21
Kalsel
Rp 997,000
2,330,618
26%
17%
22
Kalteng
Rp 947,100
2,213,971
15%
6%
23
Kaltim
Rp 1,327,803
3,103,914
42%
31%
24
Maluku
Rp 1,400,990
3,274,998
18%
10%
25
Maluku Utara
Rp 1,520,000
3,553,200
39%
29%
26
Gorontalo
Rp 921,647
2,154,471
15%
7%
27
Sulut
Rp 916,372
2,142,140
14%
6%
28
Sutra
Rp 895,188
2,092,620
40%
30%
29
Sulteng
Rp 890,000
2,080,492
21%
12%
30
Sulsel
Rp 1,049,321
2,452,926
39%
29%
31
Sulbar
Rp 1,126,000
2,632,173
32%
23%
32
Papua
Rp 1,799,228
4,205,932
10%
2%
33
Papua Barat
Rp 1,421,814
3,323,677
RATA-RATA
1,061,580
2,481,584
24%
15%