PROGRAM BBTQ ATASI BUTA HURUF AL QURAN 25.009 WARGA

RZ_BBTQBANDUNG. Program Belajar Baca Tulis Al Quran (BBTQ) binaan Rumah Zakat kini telah diikuti oleh 25.009 masyarakat yang tersebar di Indonesia. Program ini digulirkan sebagai upaya untuk menghapus buta huruf Al Quran. BBTQ dirilis sejak digulirkannya wilayah Integrated Community Development (ICD). Setiap ICD memiliki sebuah Balai Bina Mandiri sebagai pusat kegiatan pemberdayaan yang diterima oleh warga binaan. Sampai Kamis(23/5) terdapat 276 kelompok BBTQ yang tersebar di 46 Balai Bina Mandiri di Indonesia. “Di setiap Balai Bina Mandiri minimal terdapat 2 kelompok BBTQ. Pesertanya anak-anak, bapak-bapak, atau ibu-ibu,” ujar Habib Novan, Project Management Rumah Zakat.

Rumah Zakat melaksanakan pembinaan keagamaan dalam rumpun program Senyum Mandiri. Selain pemberdayaan ekonomi, rumpun program ini melaksanakan pemberdayaan di bidang spiritual. Dalam satu pekan, warga binaan Rumah Zakat mengikuti program Majelis Hikmah dan BBTQ. “Senang sekali dengan adanya tempat ini Balai Bina Mandiri saya sekarang sudah Iqro 3 mau masuk Iqro 4, terima kasih Rumah Zakat ” ungkap Saina salah satu warga binaan Rumah Zakat Cabang Bekasi.

Kegiatan belajar membaca dan menulis Al Quran ini dilaskanakan setiap sore hari. Waktu ini diambil karena pada pagi dan siang hari masyarakat sedang beraktivitas mengais rezeki. Seperti yang dilaksanakan di Pekanbaru, warga Kec. Rumbai Pesisir mendapatkan materi tata cara shalat Syahrir Afandi, Micro Business Officer (MBO). Biasanya Program BBTQ dan Majelis Hikmah dilaksanakan satu atau dua kali sepekan. “Materi kajian Majelis Hikmah biasanya seputar keagamaan atau bisa diskusi antar tokoh masyarakat. Majelis Hikmah ini juga dijadikan ajang silaturahim antara Rumah Zakat dengan tokoh masyarakat sekitar Balai Bina Mandiri,” kata Habib.

Dalam program BBTQ, Rumah Zakat menghadirkan guru yang berasal dari relawan, ustadz atau ustadzah yang berada di sekitar Balai Bina Mandiri. “BBTQ dibina oleh relawan, Micro Business Officer (MBO), atau ustadz dan ustadzhan yang kompeten dalam mengajarkan Al Quran. “Waktu saya pertama kali mengajar, ada ibu-ibu yang kemampuan membaca Al Qurannya masih nol. Kami mengajar dari mulai huruf sampai cara ucapnya,” tutur Habib. Rata-rata, anak-anak yang rajin mengikuti program BBTQ akan mulai lancar membaca Al Quran setelah 3 bulan atau bahkan lebih cepat.*** Newsroom/Linda Handayani Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi