Makanan manis seperti donat hingga kue cokelat memang menggiurkan. Akan tetapi, mengonsumsi makanan manis juga berpotensi membuat asupan gula menjadi berlebih. Asupan gula yang berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Akan tetapi, bukan berarti gula tak bisa dikonsumsi sama sekali. Beberapa studi mengungkapkan ada trik-trik yang bisa dilakukan untuk tetap menerapkan pola makan sehat tanpa harus menghindari gula.

Ahli gizi Leslie Bonci memberikan beberapa trik untuk menyantap makanan manis dengan sehat. Berikut ini adalah tiga di antaranya, seperti dilansir Popular Science.

Tidak Berlebih

Bonci mengatakan salah satu cara sehat untuk menikmati makanan manis adalah dengan membatasi jumlah gula yang dikonsumsi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan jumlah gula yang dikonsumsi dalam sehari tidak melebihi 50 gram.

Kombinasi

Gula bisa dikombinasikan dengan banyak jenis makanan. Akan tetapi, Bonci menilai jenis makanan terbaik untuk dikombinasikan dengan gula adalah protein.

Konsumsi protein, lanjut Bonci, dapat memicu pelepasan hormon glukagon yang dapat menstabilkan kadar insulin. Bila gula dan protein dikonsumsi bersamaan, keduanya dapat meregulasi satu sama lain.

Salah satu contoh termudah adalah dalam sajian kopi. Sebagian orang mungkin tidak menyukai rasa kopi hitam yang pahit dan lebih menyukai kopi hitam manis. Penggunaan gula bisa dengan mudah jadi berlebih karena diperlukan lebih banyak gula untuk menyeimbangi rasa pahit kopi.

Agar konsumsi gula tidak berlebih, Bonci menyarankan agar kopi dicampurkan dengan susu dan gula secukupnya saja untuk membuat latte, cappucino, atau cafe au lait. Kombinasi gula dan protein dari susu ini dapat membantu menyeimbangkan hormon dan kadar gula darah.

Konsumsi di Akhir

Studi mengungkapkan bahwa urutan dalam menyantap beragam jenis amkanan berperan penting dalam menjaga kadar gula darah pada penyandang diabetes tipe 2. Dalam studi ini, sebagian partisipan diminta untuk menyantap karbohidrat termasuk gula terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan protein dan sayuran 10 menit kemudian. Sebagian lain diminta untuk menyantap protein dan sayuran terlebih dahulu, lalu diikuti dengan karbohidrat 10 menit kemudian.

Peneliti mengukur kadar gula darah, insulin, dan glukagon para partisipan setiap kali mereka selesai menyantap makanan dan setiap 30 menit sekali selama tiga jam setelah makan. Peneliti lalu mendapati bahwa partisipan yang mengonsumsi karbohidrat di akhir memiliki kadar gula darah 50 persen lebih rendah dibandingkan partisipan yang mengonsumsi karbohidrat di awal.

“Saya pikir akan lebih baik untuk menyantap salad, sayur, dan protein, baru diikuti makanan penutup (dessert),” ujar peneliti dan profesor peneliti metabolik dari Weill Cornell Medical Center Louis Aronne.

Metode ini juga dapat membantu orang-orang untuk lebih mudah membatasi konsumsi karbohidrat termasuk gula atau makanan manis secara umum. Beragam sayur dan protein yang sudah dikonsumsi terlebih dahulu akan memberikan perasaan kenyang sehingga tidak terlalu lapar saat mengonsumsi dessert.

Sumber: republika.co.id