5 JENIS GANGGUAN BERBAHAYA SAAT TIDUR

Ada yang memiliki gangguan tidur saat malam hari? Atau ada yang belum mengenali jenis-jenis gangguan tidur apa saja? Berikut adalah beberapa gangguan tidur yang harus diperhatikan:

1.Narkolepsi (Narcolepsy)
Narkolepsi yaitu gangguan tidur kronis, berupa rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Gejala tersebut bisa terjadi dimana saja, bahkan di tempat kerja. Kondisi ini sering disebut dengan sleep attack, alias serangan tidur.

Narkolepsi diduga merupakan akibat dari gangguan pada sistem saraf pusat (otak) yang menyebabkan terganggunya siklus tidur normal tubuh.

2. Parasomnia
Jenis gangguan tidur ini merupakan kelainan pada perilaku tidur seseorang, sehingga mengganggu ritme tidur. Gejalanya yang umum adalah berjalan saat tidur (sleepwalking), mimpi buruk, mengigau, dan lain sebagainya.

Gejala parasomnia biasanya terjadi pada fase tidur NREM, dan lebih sering terjadi pada anak-anak usia 3-5 tahun. Seorang anak yang mengalami mimpi buruk bisa bangun sambil berteriak, namun tidak dapat menjelaskan ketakutannya. Kondisi ini sebenarnya lebih menakutkan bagi orang tua dibandingkan sang anak, karena kebingungan yang ditimbulkan akibat perilaku tidur anak tersebut.

3. Hipersomnia
Ini adalah kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berlebihan terutama pada siang hari. Gangguan ini dapat disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti kerusakan sistem saraf, gangguan pada hati atau ginjal.

Atau karena gangguan metabolisme (contohnya : hipertiroidisme). Pada kondisi tertentu, hipersomnia dapat digunakan sebagai mekanisme koping untuk menghindari tanggung jawab siang hari.

4. Ketindihan (Sleep Paralysis)
Selama fase REM, aktivitas bermimpi akan meningkat dan otot-otot berdiam seakan lumpuh. Kelumpuhan sementara ini sebenarnya mengamankan diri supaya tidak bertindak seperti aktivitas yang ada di mimpi. Namun, kelumpuhan bisa tetap terjadi setelah terbangun. Ini yang sering dikira dengan “ketindihan”.

Seringnya, masalah Sleep Paralysis ini terjadi bersamaan dengan halusinasi. Hasil penelitian yang diterbitkan 1999 dalam Journal of Sleep Research, 75 persen dari mahasiswa yang telah mengalami kelumpuhan tidur secara simultan melaporkan halusinasi. Bentuk “favorit” halusinasinya adalah merasakan kehadiran sesuatu yang jahat, bersama dengan perasaan tercekik. Paduan sleep paralysis dan halusinasi itu kemudian menjadi banyak cerita rakyat di seluruh dunia.

5. Halusinasi Mengantuk
Halusinasi mengantuk atau halusinasi hypnagogic terjadi selama transisi dari terjaga tidur (begitu kepala menyentuh bantal). Halusinasi ini terjadi selama proses bangun. Orang-orang melaporkan mendengar suara-suara, merasakan sensasi hantu, dan orang-orang melihat atau benda aneh di kamar mereka. Serangga atau binatang merayap di dinding adalah visi umum, kata Neil Kline, seorang dokter tidur dan wakil dari ASA.

Tidur yang berhubungan dengan halusinasi paling umum terjadi pada orang dengan narkolepsi. Jadi penglihatan fantasi yang sesekali ini tidak perlu dikhawatirkan. Apabila halusinasi disertai dengan kantuk di siang hari dan hilangnya kendali otot saat gembira atau terkejut.

Itu adalah gangguan-gangguan saat tidur, karenanya sebelum tidur dan ketika bangun tidur lakukanlah adab-adab Rasulullah SAW. Agar tidur kita dapat memulihkan tenaga dan dinilai ibadah oleh Allah. Semoga bermanfaat.

Sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi