Jpeg

RZ KEMBALI SALURKAN BANTUAN KESEHATAN DI TANGERANG

TAJpegNGERANG. RZ Cabang Tangerang kembali wujudkan kepedulian kepada masyarakat dengan memberikan bantuan kesehatan. Bantuan kesehatan tersebut disalurkan pada Selasa (26/04) lalu, yang berlokasi di Kp. Rawa Berem, RT 05/09 Kel. Lebak Wangi, Kec. Sepatan, Kota Tangerang Banten.

Bunga Mawar (4) merupakan putri kedua dari pasangan bapak Rustani dan Ibu Supinah. Keseharian mereka adalah sebagai buruh perkebunan biasa, sedangkan ibu Supinah fokus mengurus anak dan rumah mereka. Pada awalnya Bunga hanya sakit biasa, namun pada tanggal 20 April 2016 tiba – tiba badannya kejang- kejang sehingga langsung di bawa ke dokter terdekat.

Namun dikarenakan kondisinya sudah mulai kritis yang terlihat dari badannya yang mulai membiru akhirnya dokter merujuk untuk dibawa ke rumah sakit Sarai Asih Sangiang, Tangerang untuk perawatan lebih lanjut. Setelah 3 hari akhirnya mereka diperbolehkan pulang, dan kini meraka hanya berobat jalan saja.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bpk/Ibu Donatur dan RZ yang telah membantu meringankan beban berobat anak kami. Semoga Allah memberikan balasan-Nya,” ungkap bu Supinah, ibunda Bunga.

Newsroom/Wahyudin
Tangerang

RZ BANTU PEMBANGUNAN MASJID DI YOGYAKARTA

RZ BANTU PEMBANGUNAN MASJID DI YOGYAKARTA

YORZ BANTU PEMBANGUNAN MASJID DI YOGYAKARTAGYAKARTA. Sebagai bentuk kepedulian RZ terhadap upaya pemakmuran masjid, RZ Cabang Yogyakarta kembali salurkan bantuan yang merupakan donasi dari para donatur. Bantuan tersebut disalurkan untuk pembangunan masjid.

Masjid At Taqwa adalah Masjid yang terletak di Dusun Girisubu, Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta. Saat ini masjid tersebut sedang dalam tahap pembangunan dan telah mencapai 80 %. Bantuan tersebut diberikan pada (26/04) di Kantor RZ Cabang Yogyakarta kepada perwakilan DKM Masjid At Taqwa.

Bantuan tersebut akan dipergunakan untuk membeli barang-barang dan sarana pembangunan seperti semen, pasir, kayu, dan yang lainnya.

“Saya mewakili pengurus Masjid At Taqwa mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu donatur yang telah memberikan bantuan kepada kami untuk pembangunan Masjid At Taqwa yang saat ini dalam proses pembangunan. Semoga Allah membalas berlipat”. Tutur Bapak Warjanto (40).

Newsroom/Wahyudin
Yogyakarta

RELAWAN RZ PADANG GELAR PELAJAR SIAGA BENCANA DI PADANG

RELAWAN RZ PADANG GELAR PELAJAR SIAGA BENCANA DI PADANG

PARELAWAN RZ PADANG GELAR PELAJAR SIAGA BENCANA DI PADANGDANG. (29/04). Relawan RZ Padang kembali melaksanakan Program Reguler Pelajar Siaga Bencana (PSB) bersama sekolah binaan SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Sebanyak 31 orang siswa SMA Pembangunan terlihat sangat antusias mengikuti materi Pertolongan Pertama mengenai “Cedera Anggota Tubuh (Rangka, Sistem Gerak & Tulang)” yang disampaikan oleh mahasiswa dari KSR-PMI UNP.

Pertolongan Pertama (PP) bertujuan untuk membuat keadaan penderita menjadi stabil, mengurangi rasa nyeri, ketidaknyamanan dan rasa cemas, menghindarkan penderita dari cacat dan mencegah kematian.
Arif Budiman mengatakan, “Pertolongan Pertama merupakan pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit/cedera/kecelakaan yang membutuhkan penanganan medis dasar.”

Selain dari itu, Koordinator Relawan RZ Padang, Padri Akbar juga memberikan penjelasan mengenai Kotak PP kepada Siswa SMA yang berisi peralatan penunjang seperti perban, mitela, obat merah, oksigen, kain kasa, cairan antiseptik, bidai, kapas, dan lain – lain.

Setelah selesai pemberian materi dari KSR-PMI, siswa SMA Pembangunan Laboratorium diminta langsung untuk memparaktikkan Pertolongan Pertama pada kecelakaan patah tulang.

Newsroom/Anto
Padang

SMK PETERNAKAN JUARA RAIH JUARA II DI LOMBA FOTOGRAFI TINGKAT SMASMK SE-PULAU JAWA

SMK PETERNAKAN JUARA RAIH JUARA II DI LOMBA FOTOGRAFI TINGKAT SMA/SMK SE-PULAU JAWA

BASMK PETERNAKAN JUARA RAIH JUARA II DI LOMBA FOTOGRAFI TINGKAT SMASMK SE-PULAU JAWANDUNG. Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Sehubungan dengan rangka Hardiknas, maka Organisasi Santri Husnul Khotimah (OSHK) menyelenggarakan Lomba Fotografi se-Pulau Jawa dalam Ajang Remaja Berprestasi (ARESTA) dengan tema “Genggam Dunia dengan Impianmu, Ubah Dunia dengan Potensimu”.

SMP Peternakan Juara binaan RZ tentu tidak ingin ketinggalan dalam berunjuk gigi dalam kompetisi teersebut. SMK Peternakan Juara mengirimkan delegasinya dan berhasil meraih predikat Juara II. Ialah Mochamad Ghifa Fauzi, siswa SMK Peternakan Juara yang berhasil memberikan kado indah di Hari Pendidikan Nasional ini. Adapun lomba tersebut berlangsung dari hari Kamis – Ahad (01/05).

Dengan semangat menuju perubahan, acara ini bertujuan untuk menggerakkan segenap potensi pemuda Indonesia dengan berbagai perlombaan terutama bidang kreativitas, seni, ilmu pengetahuan, bahasa, dan agama. Sebuah usaha dari kami, OSHK dalam berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik.

“Alhamdulillah kami dari SMK Peternakan Juara mampu membuktikan untuk terus berprestasi di tingkat Pulau Jawa di bidang lomba Fotografi tingkat SMA/SMK se-Pulau Jawa. Ucapan terima kasih kepada Rumah Zakat, Donatur dan Yayasan Indonesia Juara (IJF) yang terus memberikan support kepada SMK Peternakan Juara,” ungkap Kodar Udoyono, MA, PKS Kesiswaan SMK Peternakan Juara.

Newsroom/Kodar Udoyono
Bandung

PEKAN BERBAGI SENYUM  BELAJAR BAHASA INGGRIS ITU MUDAH

PEKAN BERBAGI SENYUM : BELAJAR BAHASA INGGRIS ITU MUDAH

PEPEKAN BERBAGI SENYUM  BELAJAR BAHASA INGGRIS ITU MUDAHKANBARU. SD Juara Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan Pekan Berbagi Senyum (PBS). Kegiatan ini merupakan sarana berbagi senyum di sekolah Juara yang dilaksanakan di seluruh indonesia.

PBS kali ini mengajak para siswa SD Juara Pekanbaru mempelajari bahasa Inggris. Adapun guru tamu pada kesempatan ini adalah kak Diana Purnama, seorang mahasiswa jurusan bahasa Inggris FKIP Universitas Riau (UR). Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di kelas V dan diikuti oleh 23 orang peserta didik.

Ketika PBS dimulai kak Diana mengenalkan tentang pentingnya kita belajar dengan sungguh-sungguh agar memiliki ilmu dan bila berilmu tidak di bodohi orang lain sembari mengenalkan diri. Lalu kak diana mengajak peserta didik untuk Mengenalkan diri satu persatu dalam sesi “Introduction”.

Kemudian dilanjutakn permainan dengan mengenalkan berbagai kosakata bahasa Inggris dengan permainan.
Diantaranya dengan menyanyikan lagu edukatif dalam bahasa Inggris,
“Right arm
Left arm
Right leg
Left leg
Chin up
Turn around
Sit down”
Lagu diatas dinyanyikan secara bersama dan setelah itu dilakukan dengan pengulangan agar para murid dapat mengingat kosakata dalam lagu tersebut. Dan agenda terakhir yang dilakukan adalah perlombaan dari dua kelompok yang telah dibagi. Lomba tersebut bertujuan untuk menguji pemahaman peserta didik terhadap materi PBS yang telah diberikan oleh kak Diana.

“Ilmu merupakan cahaya yang secara fitrah itu disukai, hanya perlu cara dan metode yang pas dalam mengajarkannya. Belajar bahasa Inggris yang diajarkan kak Diana menggunakan pendekatan yang disenangi anak sehingga mereka senang dan mengerti,” papar pak Bayu, guru SD Juara Pekanbaru.

Newsroom/Muhammad Bayu Putra
Pekanbaru

HARDIKNAS  PUSKESMAS BUKIT RAYA SOSIALISASI “REMAJA SEHAT” DI SMP JUARA PEKANBARU

HARDIKNAS : PUSKESMAS BUKIT RAYA SOSIALISASI “REMAJA SEHAT” DI SMP JUARA PEKANBARU

PEHARDIKNAS  PUSKESMAS BUKIT RAYA SOSIALISASI “REMAJA SEHAT” DI SMP JUARA PEKANBARUKANBARU. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari Senin 2 Mei 2016, SMP Juara Pekanbaru kedatangan tamu dari Perwakilan Puskesmas Bukit Raya Pekanbaru. Ini merupakan kedatangan yang kedua setelah sebelumnya juga pernah hadir dan memberikan sosialisasi kesehatan di sekolah.

Pada kedatangan kali ini, Puskesmas kembali memberikan sosialisasi tentang pendidikan kesehatan kepada siswa siswi SMP Juara Pekanbaru. Kegiatan mengambil tema sosialisasi tentang HIV/AIDS. Acara tersebut diikuti oleh 45 orang siswa yang berasal dari kelas 9. Adapun yang menjadi narasumber yaitu bu Yunidar dan bu Ria selaku perwakilan dari Puskesmas Bukit Raya.

Dalam pemaparannya bu Yunidar dan bu Ria menjelaskan bahwa HIV/AIDS merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang disebabkan oleh pergaulan bebas. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan.

Apabila virus HIV/AIDS. sudah menyebar ke seluruh tubuh, maka penyakit tersebut akan berkelanjutan menjadi AIDS. AIDS merupakan sekumpulan penyakit yang akan menyerang, akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. maraknya LGBT dan pergaulan bebas remaja menjadi salah satu faktor tersebarnya penyakit ini. HIV/AIDS dapat ditularkan melalui transfusi darah, penggunaan alat suntik secara bergantian, seks bebas/pranikah.

Virus HIV/AIDS hidup dalam darah, air mani, cairan vagina, air susu ibu, air ketuban dll. virus ini tidak akan menyebar melalui tinggal satu rumah, satu alat makan, satu pakaian, satu jamban, berpegangan tangan, berpelukan, maupun menyanyi bersama. dan virus ini pun tidak dapat hidup di air liur, air keringat dll. pasien tidak akan merasa terjangkit setelah kontak dengan penderita HIV/AIDS, namun setelah 3-10 tahun kemudian barulah terjadi keluhan-keluhan.

“Setelah mengikuti kegiatan ini saya merasa harus lebih menjaga kesehatan dan kebersihan diri saya. Dan sebagai seorang remaja, hendaknya saya beserta teman-teman yang lain harus selektif dalam memilih pergaulan yang akan kita masuki, menghindari pergaulan bebas san menjauhi LGBT yang sedang marak,” ungkap Debby Maulina, salah satu siswa.

Hal ini merupakan salah satu faktor besar yang membuat penyakit HIV/AIDS ini makin tersebar luas. Salah satu contoh pelakunya adalah Gay atau pasangan sesama jenis (laki-laki dan laki-laki). Maka dari itu marilah kita berlaku positif dan kerjakanlah sesuatu yang positif agar kita bisa terhindar dari penyakit ini.

Newsroom/Adi Hamdani
Pekanbaru

RELAWAN RZ BANDUNG LAKUKAN AKSI PASCA BANJIR BANDANG DI MAJALAYA

RELAWAN RZ BANDUNG LAKUKAN AKSI PASCA BANJIR BANDANG DI MAJALAYA

BARELAWAN RZ BANDUNG LAKUKAN AKSI PASCA BANJIR BANDANG DI MAJALAYANDUNG. Banjir bandang kembali menggenangi Kecamatan Majalaya, Selasa (12/04) petang lalu. Genangan air pun merendam sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di Majalaya serta sekitarnya. Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung banjir mulai menggenangi Majalaya sekitar pukul 17.00. Di Desa Bojong, banjir menggenangi jalur Majalaya-Cicalengka sepanjang 1 kilometer dengan ketinggain air sampai 45 centimeter.

Sebagai upaya untuk menanggulangi dampak pasca banjir, Relawan RZ cabang Bandung bersinergi dengan berbagai lembaga diantaranya BPBD, Brimob, Salman ITB, Satpol PP, Karang Taruna Sukamantri dan masayarakat dalam pembersihan dan pengerukan lumpur yang menumpuk di pintu air Rancabali.

Menurut Dadan selaku Koordinator Relawan RZ cabang Bandung, pasca banjir bandang yang sempat beberapa kali melanda Majalaya, penumpukan lumpur terjadi di beberapa ruas jalan, salah satunya ialah Jl. Raya Ibun.
“Penumpukan lumpur di Jalan Raya Ibun membuat jalan sulit dilalui,” Jelas Dadan.

“Penumpukan lumpur tidak hanya terjadi di Jalan, penumpukan lumpur juga terjadi di pintu air Rancabali. Penumpukan lumpur yang terjadi di pintu air Rancabali membuat aliran air Sungai Cikaro dan Sungai Gandok tersendat,” tambahnya.

Sebagai upaya pencegahan banjir susulan, memenuhi ajakan dari Pak Nanang Jauhari selaku ketua RW 12 Rancabali ds. Sukamantri kec. Paseh untuk melaksanakan aksi bersih-bersih dan pengerukan lumpur, Kemarin Ahad (01/05).

“Kami menerjunkan 11 orang relawan yang bersinergi dengan berbagai lembaga diantaranya BPBD, Brimob, Salman ITB, Satpol PP, Karang Taruna Sukamantri dan masayarakat berupaya saling bahu-membahu melakukan pembersihan dan pengerukan lumpur tersebut,” papar Dadan lagi.

“Alhamdulillah aksi ini berjalan dengan lancar, penumpukan lumpur di Jl. Raya Ibun sudah berhasil dibersihkan dan penumpukan lumpur dipintu air Rancabali berhasil diangkat. Selain itu, kami juga membuka dapur umum untuk konsumsi sekitar 300 orang yang terjun hari ini.” tutup Dadan.

Newsroom/Anto
Bandung

anak tidur

BAGAIMANA MEMISAHKAN KAMAR TIDUR ANAK SEDARI DINI?

anak tidurOleh: Vindhy Fitrianty

Assalamualaikum, Teh bagaimana cara mengondisikan balita untuk pisah kamar tidur dari orang tua, sedangkan sejak lahir sudah dibiasakan tidur bersama orang tua?
Hatur nuhun

Elly, Bandung

Wa’alaikumussalam Wr Wb

Bu Elly yang dirahmati Allah, mengubah kebiasaan anak yang semula tidur bersama orang tua menjadi mampu tidur di kamarnya sendiri tampaknya merupakan topik yang juga dihadapi banyak orang tua. Mudah-mudahan apa yang dipaparkan dapat menjadi salah satu masukan bagi para orang tua.

Yang perlu kita ingat adalah, masa balita dan pra-sekolah merupakan masa yang berpotensi meresahkan untuk anak. Karena di masa ini, banyak fase peralihan/perubahan dan pembiasaan yang dilakukan. Mulai dari toilet training, memulai play group atau TK, menghentikan kebiasaan minum dengan dot, mengajarkan kemampuan sesuai tahap perkembangan seperti makan sendiri dan sebagainya, hingga belajar tidur di kamarnya sendiri dan tertidur sendiri seperti pertanyaan Bu Elly. Sehingga bijak adanya ketika membuat balita kita menghadapi dan melaluinya satu persatu. Jangan sampai balita dihadapkan pada perubahan lebih dari satu. Contohnya, pemisahan tempat tidur tidak dilakukan berbarengan dengan masa toilet training, perubahan lebih dari satu akan lebih memberatkan balita secara psikis.

Ketika waktunya sudah tepat, Bu Elly dapat memulai dengan perubahan kecil. Intinya adalah bertahap melakukan “penyapihan” dari tempat tidur orang tua. Perubahan yang dilakukan secara bertahap membantu anak untuk lebih nyaman dan meminimalisir perasaan disisihkan yang dikhawatirkan banyak orang tua dan juga meminimalisir perasaan cemas pada anak.

Jika anak terbiasa tidur siang, lakukan di kamarnya untuk perkenalan tidur sendiri. Di malam hari, letakkan kasur tambahan di dalam kamar orang tua. Katakan pada anak bahwa nanti ia akan memiliki ranjangnya sendiri, dan untuk saat ini kasur tersebut adalah kasur istimewanya. Hal ini dimaksudkan untuk tetap memberikannya rasa aman dengan tetap berada dekat orang tuanya sembari membiasakannya tidur secara mandiri.

Ciptakan asosiasi tidur yang tepat. Asosiasi tidur artinya adalah rutinitas yang dilakukan sehingga pikiran serta tubuh anak mengartikannya sebagai sinyal untuk bersiap tidur. Banyak orang tua secara tidak sengaja menciptakan asosiasi tidur yang kurang tepat sehingga menambah sulit proses “penyapihan” dari kamar dan kasur orang tua dan/atau untuk mampu tertidur secara mandiri. Contohnya jika anak terbiasa tidur sembari menghisap dot, terbiasa ditepuk-tepuk agar tertidur, diayun-ayun, dan sebagainya. Mulailah ciptakan asosiasi tidur dengan sesuatu yang memudahkan anak untuk lebih mandiri dengan tidak menjadikan orang tuanya sebagai syarat utama agar sinyal “waktu tidur”-nya menyala.

Mungkin Bu Elly bisa menciptakan rutinitas lain yang membantu anak untuk mengasosiasikannya dengan waktu tidur. Misalnya, menyikat gigi, cuci kaki, mengganti baju dengan piyama atau baju tidur, mematikan televisi, membaca buku cerita kisah Nabi sebelum tidur, meredupkan lampu, dan berdoa, sebagai rutinitas baru yang nantinya akan menjadi sinyal baru bagi pikiran dan tubuh anak untuk bersiap memasuki waktu tidur. Kunci paling utama adalah konsistensi. Hal ini membantu anak untuk memprediksi situasi rutin yang akan terjadi sehingga membantunya untuk menerima rutinitas baru.

Beberapa anak terbantu dalam masa penyapihan ini ketika mereka memiliki sesuatu untuk dipeluk atau dipegang. Misalnya saja boneka, mainan, atau guling. Ibu dapat menawarkan anak untuk memilihnya sendiri. Selain itu juga, ibu dapat pula menawarkan anak untuk memilih dekorasi atau benda-benda di kamar anak sesuai keinginannya. Apakah itu motif sprei, selimut, karpet, hingga lampu tidur. Jangan lupa untuk menyiapkan senter di dekat ranjangnya jika tiba-tiba aliran listrik mati dan tidak ada penerangan sama sekali. Hal ini dimaksudkan agar anak diberi alternatif cara untuk mengatasi situasi yang tidak terduga.

Setelah beberapa minggu, jelaskan pada anak bahwa ini saatnya untuk tidur di kamarnya di malam hari, dan beri tahu anak bahwa ibu/ayah ada di balik pintu jika ia memerlukan ibu/ayah. Alternatif lain, langsung pindahkan anak ke kamarnya namun masih ditemani dengan tidur bersamanya di ranjang miliknya selama beberapa hari sementara anak menyesuaikan diri. Saat ia sudah terlihat cukup nyaman dengan kamarnya, ibu/ayah berpindah secara bertahap. Mulai dari berbaring bersamanya, lalu beberapa hari duduk di ranjangnya sampai anak tertidur, kemudian beberapa hari kemudian berpindah dari duduk di ranjang menjadi duduk di lantai. Sampai akhirnya berpindah ke dekat pintu sedikit demi sedikit. Biasanya perpindahan ini dilakukan per tiga hari. Hal ini dilakukan untuk membantu anak dalam penyesuaian, dan juga tidak dilakukan terlalu lama agar tidak tercipta asosiasi tidur yang baru.

Dalam prosesnya, anak mungkin akan menunjukkan penolakan untuk tidur di kamarnya. Daripada ibu menyerah dengan membiarkannya kembali tertidur di kamar orang tua, lebih baik cari tahu hal apa yang membuatnya ingin tidur bersama orang tua. Apakah ada sesuatu yang ia takutkan? Atau mungkin kamarnya terlalu gelap ? Atau ada suara-suara yang mungkin membuatnya tidak nyaman? Jika sudah, bantu anak dengan menghargai persepsinya dan bersama-sama mencari solusinya.

Selain itu, kita sebagai orang tua perlu meyakini bahwa anak memiliki kemampuan beradaptasi atau menyesuaikan diri. Memang satu anak dengan yang lainnya tentunya tidak sama. Ada yang prosesnya lebih sulit, bahkan ada yang lebih mudah untuk melaluinya. Konsistensi serta kesabaran orang tua dalam hal ini memiliki peran utama agar anak menguasai kebiasaan yang baru.
Selamat berikhtiar!

kubur

BUKAN SATU KALI

kuburOleh: Muhammad Sobirin

“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia Menghidupkan kamu, kemudian Dia Mematikan kamu lalu Dia Menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.“ (QS. Al Baqarah 2:28)

Hidup hanya sekali… Jangan biarkan menunggu… Waktu takkan kembali… Biarkan saja berlalu… Cinta takkan mati… Mengisi relung hatimu… Meski tak ada lagi… Cinta seperti yang dulu…

Lirik lagu tersebut pernah hit beberapa tahun yang lalu. Dan ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan lagu yang senada bahkan ungkapan HIDUP HANYA SEKALI sepertinya sudah sangat familiar di telinga kita. Namun tunggu dulu, sebagai seorang muslim apakah kita berpikir bahwa hidup hanya sekali? Kalau iya jawabannya, maka kita harus segera beristighfar karena bagi seorang muslim ternyata hidup itu bukan satu kali. Ungkapan hidup hanya sekali bisa jadi menjebak alam bawah sadar kita sebagai seorang muslim. Karena ungkapan itu dapat menjauhkan kaum muslimin dari kesadarannya tentang hari akhirat dan balasannya.

Ingin Hidup Seribu Tahun
”Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al Baqarah 2:96)

Angan-angan manusia bahwa hidup itu hanya sekali minimal punya dua alasan. Pertama, karena ingin menyalurkan syahwat dan hawa nafsunya dengan sebebas-bebasnya. Kedua, tidak siap dengan pertanggungjawabannya. Al Qur’an sudah mensinyalir orang yang berangan-angan tersebut, diantaranya;

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), “Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.” (QS. Al An’am 6:29)

”…dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal? (QS. Asy Syu’ara 26:129)

Meragukan dan Mendustakan Kehidupan Sesudah Kematian
Sekuat tenaga dan dengan segala cara setan mencari teman sebanyak-banyaknya untuk tinggal di neraka kelak. Sehingga dimunculkanlah keraguan terhadap hari akhirat. Celakanya, semakin banyak manusia yang terjebak dengan tipu daya setan ini karena syahwat dan akalnya semata.

Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja. (QS. Al Jatsiyah 45:24)

Dan orang (kafir) berkata, “Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?” (QS. Maryam 19:66)

“(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi).” (QS. 23:37)

“Dan mereka berkata, “Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhan-nya.” (QS. As Sajdah 32:10)

“Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami tidak akan dibangkitkan.” (QS. Ad Dukhan 44:35)

Hari Akhirat itu Suatu Keniscayaan

“Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.” (QS. Luqman 31 : 28).

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al ‘ankabuut 29:64)

Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (QS. Al Ghafir 40:11)

Ternyata hidup itu bukan satu kali, yuk kita bersiap mengahadapinya.

MAJELIS HIKMAH MTT (MAJELIS TAKLIM TELKOMSEL) - RZ  DIGELAR DI PADANG

MAJELIS HIKMAH MTT (MAJELIS TAKLIM TELKOMSEL) – RZ DIGELAR DI PADANG

PADANG. MajMAJELIS HIKMAH MTT (MAJELIS TAKLIM TELKOMSEL) - RZ  DIGELAR DI PADANGelis Taklim Telkomsel (MTT) telah menjalin kerja sama dengan RZ dalam berbagai bidang, salah satu diantaranya memberikan pemahaman agama kepada masyarakat luas, yang diwujudkan dalam Majelis Hikmah MTT – RZ. Majelis Hikmah MTT – RZ merupakan pengajian dari masjid ke masjid di berbagai wilayah yang berbeda-beda.

Seperti halnya pada hari Senin (11/04) lalu kembali diadakan Majelis Hikmah MTT – RZ di sekitar lokasi Wisata Air Kelurahan Lubuk Begalung, Padang. Majelis Hikmah MTT ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulannya. Selain untuk mendapatkan ilmu agama, hal ini juga dapat menjadi ajang silaturahim warga karena lokasi kegiatannya berbeda-beda dari satu masjid ke masjid yang lain. Adapun Majelis Hikmah kali ini diadakan di Masjid Nurul Yaqin, Jl. Ujung Tanah Lubuk Begalung, Padang yang dihadiri oleh 100 peserta.

“Acara ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan dibuka oleh Ibu Asniwati dilanjutkan dengan tilawah dari peserta oleh Ibu Renni. Selanjutnya Ibu Dewi Kumala Sari sebagai perwakilan dari RZ memberikan sambuthan sekaligus menjelaskan program Majelis Hikmah MTT – RZ ini,” jelas Nur Shyfa, Project Monev RZ.

Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara inti yakni acara tausiyah dengan tema “Ibadah-Ibadah Khusus yang dilakukan dalam keseharian” yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Zulkhair selama kurang lebih 2 jam. Setelah acara tausyiah selesai ibu-ibu langsung bersiap melaksanakan sholat ashar berjamaah.

Newsroom/Nur Shyfa
Padang