AGAM SIAP TEBAR “BENIH KEBAIKAN” DI EKSPEDISI BHAKESRA 2015

RZ LDKO CilegonMEDAN. Agam Suryanata, pria kelahiran 20 Februari 1992 ini mengenal organisasi kerelawanan RZ sejak tahun 2013. Bermula dari postingan open recruitment Relawan RZ secara nasional yang di post di facebook, kemudian mendaftarkan diri melalui website untuk menjadi Relawan RZ, tertarik menjadi relawan karena ingin memberikan tenaga dan waktu luang untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, dan memiliki pengalaman yang berbeda dibanding teman seusianya.

Banyak kegiatan yang telah diikuti semenjak menjadi relawan. Diantaranya, aksi syiar qur’an 2013, 2014, 2015. Ekspedisi Bakti Relawan Nusantara di Kabupaten Tapanuli Selatan, diksar Relawan RZ 2014. Ekspedisi Superqurban 2014, kepanitiaan nikah massal, aksi siaga bencana erupsi Gunung Sinabung, Aksi siaga bencana tragedi jatuhnya pesawat Hercules, Aksi dalam bencana kemanusiaan muslim Rohingya, maupun kegiatan reguler lainnya seperti gemabersihati, RGTS, dan masih banyak lagi.

Di akhir 2014, Agam diamanahkan menjadi PLT koordinator Relawan RZ Medan, dan saat ini diamanahkan memjadi koordinator relawan RZ Medan. Dengan amanah yang diemban bertekad menjadikan Relawan RZ Medan lebih siap siaga dalam kondisi dan situasi apapun.

Banyak pengalaman yang berkesan selama menjadi relawan, salah satunya ketika ikut aksi siaga sehat bencana erupsi Gunung Sinabung, Agam yang memang memiliki basic pengetahuan farmasi ikut membantu apotekher dalam memberikan obat kepada pasien, ketika itu seorang Nande (red, Nenek) mengucapkan terima kasih, “terima kasih anakku, semoga anaku sehat selalu, murah rezeki, panjang umur, tercapai cita citanya, aamiin” dengan logat karo yang khas, membuat hati Agam terenyuh, merasa senang bercambur haru, bahwa kita merasa tidak memberikan apa apa, di balas sebegitunya dari orang lain.

Kebahagiaan lain adalah ketika peringatan hari bumi, Relawan RZ Medan mengadakan operasi semut di lapangan Merdeka Medan yang memang di padati masyarakat ketika dihari libur, mengajak orang lain untuk tidak apatis terhadap lingkungannya, mengutip sampah yang ada di sekelilingnya, apa yang terjadi.? Sambutan masyarakat begitu positif. Mereka ikut membersihkan dan mengutip sampah yang ad di kaki maupun di sekeliling mereka.

Kepada seluruh pemuda di Nusantara berikan sumbangsih terbaik kita untuk lingkungan sekitar kita, bahwa hidup tidak melulu soal diri sendiri, berbuat baik juga bersifat adiktif dan kecanduan, kau merasa bukan dirimu ketika kau tak melakukannya.***

Newsoom/Surianto
Medan

Tags :
Konfirmasi Donasi