AJARI ANAK BERPERILAKU BIJAK DI JALAN

Banyak cara untuk memberi pelajaran pada anak, termasuk pada musim liburan begini. Hal-hal sederhana yang sering kita temui di jalan bisa dimasukan sebagai bahan ajar sebagai bekal dan pembiasaan. Hal-hal tersebut antara lain:

1. Disiplin sampah
Beri contoh kepada anak agar tidak membuang sampah sembarangan saat berkendara. Membuang sampah melalui jendela kendaraan bukanlah tindakan yang tepat. Sediakan tempat sampah atau kantong plastik di mobil atau motor. Jika sudah penuh, ajak anak untuk mencari tempat pembuangan sampah di wilayah yang dilewati.

2. Menahan emosi
Seringkali kita tidak mampu menahan diri untuk tidak mengumpat saat kendaraan kita disalip orang tanpa memberi tanda “lampu” belok, atau tidak suka mendengar jerit klakson yang mengejutkan atau juga kesal dengan orang yang seenaknya main salip kiri. Sadarkah, bahwa umpatan-umpatan tersebut diperhatikan oleh anak kita? Dan akan mereka tiru di kemudian hari saat mereka berkendara (sepeda atau sepeda motor).Tahan diri dan emosi demi melatih kesabaran anak kita saat mereka ada di jalan.

3. Mengikuti aturan lalu lintas
Ingat kan, saat mengajarkan anak-anak kita rambu-rambu lalu lintas melalui gambar yang ada di buku? Jika kita mampu konsisten, seharusnya kita tidak hanya omong doang. Sebaiknya kita bisa menunjukkan diri sebagai orang tua yang disiplin terhadap aturan di jalan. Jadi, cobalah taati! Jangan sampai kita ikut-ikutan menghabisi hak pejalan kaki dengan mengambil trotoar sebagai jalan motor atau tempat parkir.

4. Antri yuk!
Mungkin sikap ini paling susah dilakukan. Saat musim liburan, kesabaran mengantri di loket pembelian tiket kereta api, tiket wisata, atau loket lainnya sangat kurang. Banyak orang tua yang tidak bersikap tenang padahal orang tua tersebut menyuruh anaknya untuk tenang. Adapula yang merebut kursi orang tanpa permisi dan tak memiliki rasa bersalah atau bersikap seenaknya demi kenyamanan sendiri. Nah, inilah kesempatan mengubah perilaku kita agar anak-anak pun jadi peduli dan memiliki sikap sosial kepada orang lain.

5. Jangan lupa, ucap terima kasih dan maaf
Kedua kalimat ini jangan sampai ketinggalan saat ada penumpang yang bersedia memberi kursi tumpangannya kepada kita. Atau menyampaikan maaf saat anak kita berperilaku mengganggu di kendaraan yang padat penumpang dan atau terkena macet, memukul kursi/menaikkan kaki hingga mengganggu penumpang lain.

6. Mari berbagi
Inilah kesempatan belajar hidup sosial di tempat umum bagi anak. Ajarkan anak untuk menawarkan dan membagi makanan atau minumannya kepada sesama penumpang lain. Cobalah memberi contoh pertama kali! dengan demikian anak pun akan mengenang perilaku sosial orang tuanya untuk diamalkan di lain waktu dan lain hari.

7. Senang membantu
Tentu kita merasa bangga jika anak kita senang membantu. Sayangnya, perilaku tersebut tak serta merta diturunkan melainkan dikenalkan dan dibiasakan. Jadi latihlah diri agar senantiasa senang membantu orang lain baik di jalan (membantu menyebrang orang difabel, lansia atau anak), membantu menunjukkan arah kepada orang yang tersesat atau memberi tumpangan. Sikap-sikap tersebut adalah amalan yang akan mendapat balasan jika senantiasa diniatkan lillahi ta’ala. Dan sikap yang membekas bagi buah hati kita karena langsung dipraktikkan oleh orang tua.

Sumber: ummi-online.com

Tags :
Konfirmasi Donasi