ASAP TAK KUNJUNG LENYAP, SD JUARA KEMBALI GELAR SHALAT ISTISQASD JUARA PEKANBARU HOLDS SALAT AL-ISTISQA

RZ LDKO CilegonPEKANBARU. Kondisi cuaca di Riau, khususnya Kota Pekanbaru masih belum kondusif. Kualitas udara di Provinsi Riau dan beberapa wilayah di sekitarnya Berdasarkan Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang tersebar di Provinsi Riau, masih dalam level berbahaya.

Pemerintah Provinsi Riau pun memperpanjang status darurat kabut asap di Riau. Kondisi yang menyebabkan total penderita penyakit yang terkena dampak di Riau berjumlah lebih dari 50.000 jiwa, yang terdiri penyakit ISPA, iritasi mata, asma , pnemumonia dll. Selain itu kegiatan sekolah di Riau hampir lumpuh total.

Momentum ini digunakan oleh SD Juara Pekanbaru yang terletak di jalan Warta Sari untuk melaksanakan shalat ishtisqha di lapangan sekolah pada harikamis Kamis, (08/20/15). Selain bertujuan untuk memohon pada Allah agar hujan segera turun dan bencana asap segera berlalu, penyelenggaraan kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi para siswa.

“Kelak anak-anak akan ingat bahwa mereka pernah melaksanakan shalat istisqha serta tata cara melaksanakannya dan tertanam dalam jiwa mereka untuk menjaga alam, karena salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara praktek langsung,” ujar Suriksodi Saputro selaku kepala sekolah SD Juara Pekanbaru yang merupakan sekolah unggulan gratis binaan RZ.

Selesai pelaksanaan shalat istisqha, SD juara membagikan masker N 95 kepada seluruh peserta didik dan guru yang berjumlah 160 buah, yang merupakan pemberian donatur RZ (rumah zakat), masker ini sangat dianjurkan di pakai pada kondisi udara yang masih dalam level Berbahaya.

“Alhamdulillah, dapat masker standar N95 terimakasih donatur dan RZ” ucap Mahira salah seorang peserta didik kelas VI SD Juara Pekanbaru. “Semoga Allah segera menurunkan hujan yang lebat, dan kami tetap sehat sehingga bisa bersekolah lagi seperti semula”, Ujarnya.***

Newsroom/Ivan Supangat
Pekanbaru

RZ LDKO CilegonPEKANBARU. The Riau Health Agency says as many as 25,524 residents from 12 different regencies and municipalities have suffered from illnesses caused by haze from forest fires, which has blanketed the province since the beginning of September.

The agency’s head Andra Sjafril said that 20,901 people had suffered from respiratory illness; 1,920 from skin irritations; 1,356 from eye irritations; 893 from asthma; and 454 from pneumonia.

“All of them are receiving out-patient medical services. Pekanbaru has the largest number of patients, followed by Kuantan Singingi and Siak regencies. Meranti Islands regency has the lowest number of patients,” said Andra.

Therefore, the teachers of SD Juara Pekanbaru held Salat Al-Istisqa at the yard of school, Thursday (8/10).Salat Al-istisqa is taken recourse to when seeking rain from Allah during times of drought. Sometimes, the absence of rain is the result of the sins of people and is a sign of divine wrath and chastisement.

The Messenger of Allah (S) has said: “When God is displeased with a community and does not bring chastisement to it, inflation will occur and the lifespan will become shorter; traders will not profit and trees will not bear fruit; rivers will not be full of water and rain will be withheld from people; wickedness will become rampant.”[1][619].

Newsroom/Ivan Supangat
Pekanbaru

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia