AUDIA LESTARI, MEMBENDUNG RINDU SANG AYAH DALAM KECERIAAN

RZ LDKO CilegonMEDAN. Adalah Audia Lestari Sitepu,salah satu siswi spesial yang lahir dari keluarga bersahaja. Walaupun bukan anak yatim, namun Audia sudah setahun ini tak berjumpa dengan ayahnya. Walaupuan ayah Audia sering meneleponnya, namun ketidakhadiran ayahnya membuat Audia sangat rindu. Jika ditanya tentang ayahnya, Audia akan langsung menunduk. Kerinduan itu melukis kesedihan di rona matanya. Namun begitulah takdir Audia, ayahnya belum bisa pulang untuk memeluk anak yang jua sangat ia sayangi.

Sedangkan Ibu Audia lebih memilih menggantikan pekerjaan gentle ayahnya menjadi tukang parkir. Karena ibu tak sanggup membiayai kedua putrinya, Audia terpaksa hidup terpisah dari adik kandungnya. Adik Audia dibesarkan oleh paman dan bibinya. Sedangkan Audia dan ibunya tinggal menumpang di rumah usang bersama keluarga besarnya.

Audia amatlah unik. Walaupun dalam hal belajar ia banyak melamun, namun dalam hal berteman dan kelincahan ia nomor satu. Pelajaran olahraga jadi andalannya. Oleh karena itu guru penjas senang sekali mengajari Audia. Audia dikenal mandiri. Ia berteman baik dengan Zahra. Selebihnya, ia akan menghabiskan waktunya dengan riang walaupun kadang hanya bermain sendiri. Tapi untuk urusan piket dan sholat, Audia selalu berusaha menjalankan dengan baik.

Keterbatasan Audia dalam hal akademik menjadikannya tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Ya, Audia memang mengidap Retardasi Mental tingkat Ringan. Hal inilah yang menyebabkan Audia kesulitan mengikuti pelajarannya di kelas III. Karena itu Audia sering diajak belajar secara pribadi di ruang Learning Support Unit. Bersama LSU, Audia belajar sembari bermain sesuai kemampuannya.

Suatu hari, Audia diminta menuliskan namanya sendiri. Hal ini akan sangat berguna bagi perkembangan karirnya. Kemampuan dasar ini juga bermanfaat ketika kelak Audia harus kehilangan jalan pulang. Jika mampu menuliskan namanya dengan baik, Audia dapat menunjukkan nama lengkapnya kepada pihak berwajib. Di awal pembelajaran Audia masih kesulitan menuliskan nama lengkap.

Namun di hari kedua, Audia telah berhasil menuliskan nama lengkapnya. TUlisannya juga rapi. Usai belajar menulis, Audia diajak meronce gelang sederhana untuk ibunya. Dengan teliti Audia merakit. Alhamdulillah gelang imut berhasil dibuat. Sampai hari ini gelang itu masih digunakan ibunya sebagai tanda cinta dari putri spesialnya, Audia.***

Newsroom/Sahidan Gayo
Medan

Tags :
Konfirmasi Donasi