BAGAIMANA MENGATASI MIGRAIN?

Oleh: dr. Hilmi Sulaiman, MKM.

Migrain merupakan salah satu jenis keluhan sakit kepala yang cukup sering dijumpai. Penyebab dan mekanisme timbulnya migrain sendiri hingga saat ini belum sepenuhnya jelas, namun diyakini akibat dari kelainan pada sistem pembuluh darah saraf (neurovaskular), pada pembuluh yang berada di daerah kepala (intrakranial). Pada suatu penelitian yang lain disebutkan pula bahwa migrain disebabkan adanya gangguan pembekuan darah.

Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang menderita migrain. Faktor genetik dinilai paling berpengaruh pada terjadinya migrain. Hal ini berdasarkan fakta bahwa sekitar 70% pasien migrain ternyata memiliki anggota keluarga yang juga mengalami migrain. Jika seseorang memiliki migrain yang disertai dengan aura, risiko anggota keluarga yang lain mengalami migrain menjadi 4x lebih tinggi. Migrain juga lebih banyak terjadi pada wanita dibanding pria, dimana wanita berisiko 3-4 kali lebih tinggi dibanding pria. Pada wanita, migrain merupakan penyebab lebih dari 60% sakit kepala yang berat.

Serangan sakit kepala sebelah akibat migrain sering dihubungkan dengan beberapa faktor pemicu, antara lain konsumsi makanan atau bau tertentu, kelelahan, perubahan pola tidur, stres, dan perubahan hormonal. Pada wanita, perubahan hormonal ini terjadi ketika periode menstruasi dan pada saat penggunaan obat-obatan kontrasepsi/KB. Jika faktor pemicu telah dapat dikenali, pasien cenderung dapat mengontrol frekuensi serangan migrain dengan menghindari pemicu tersebut.

Migrain biasanya memberikan gejala klinis dan keluhan sebagai nyeri kepala yang berat, berdenyut, satu sisi (unilateral), terlokalisasi di daerah depan sekitar mata, lalu menyebar dan sering disertai dengan gejala-gejala lainnya. Gejala lain yang biasanya menyertai migrain adalah mual, fotofobia (menghindari cahaya), dan fonofobia (menghindari suara). Biasanya, satu episode serangan migrain berlangsung selama 4 hingga 72 jam dan seringkali hilang dengan sendirinya. Pada perempuan, mayoritas serangan migrain berlangsung lebih dari 24 jam. dan sering menghilang dengan tidur. Nyeri kepala akibat migrain sering diperberat dengan pergerakan dan aktivitas, sehingga pasien biasanya lebih senang untuk berbaring di ruangan gelap. Lebih dari 60% pasien yang mengalami migrain didahului dengan gejala awal yang dikenal dengan “aura”. Aura ini terjadi sekitar beberapa menit hingga beberapa jam sebelum serangan migrain dirasakan. Gejala tersebut dapat berupa sensitif terhadap cahaya, bau, atau suara, lemas, lapar, perubahan suasana hati, haus, sembelit atau diare.

Cara untuk mengatasi migrain secara umum dibagi menjadi 3 cara, yaitu pencegahan menggunakan obat secara jangka panjang (dikenal dengan istilah profilaksis), penganganan tanpa obat (non farmakologi) dan penanganan dengan obat (farmakologi). Upaya profilaksis dilakukan dengan mengkonsumsi obat tertentu selama periode tertentu meskipun tidak ada keluhan. Upaya non farmakologi dilakukan dengan cara mengenali dan menghindari faktor pemicu seperti alkohol, makanan, stress, dan lain-lain. Dan untuk terapi farmakologi, sebagai penanganan awal kita dapat menggunakan obat-obatan antinyeri yang banyak dijual bebas seperti parasetamol, aspirin, dan lain-lain.

beberapa upaya yang saya sarankan adalah:
1. Mencoba mengenali pemicu serangan migrain, baik makanan, aktivitas, stress, dan lain sebagainya, kemudian mencoba menghindari faktor pemicu tersebut
2. Menghindari makanan yang diketahui cenderung mencetuskan migrain seperti konsumsi kafein dalam jumlah banyak atau penghentian konsumsi tiba-tiba, coklat, gula buatan (Aspartam), MSG, buah yang asam, kacang, dan produk susu atau keju.
3. Melakukan olahraga rutin antara 30 menit – 1 jam sebanyak 3 kali seminggu. Olahraga secara rutin dalam 3 bulan terbukti dapat mengurangi derajat sakit kepala yang dirasakan.
4. Membiasakan diri melakukan relaksasi, hal ini bisa juga dilakukan pada saat sholat dan berdzikir.
5. Jika terjadi serangan migrain tiba-tiba sebaiknya istirahat di tempat yang gelap dan tenang dan mengonsumsi obat antinyeri jika diperlukan.

Tags :
Konfirmasi Donasi