BAHAYA DI BALIK RENYAHNYA KENTANG GORENG

Kentang goreng tak hanya mudah untuk diolah tetapi juga memiliki rasa yang sedap. Namun di balik itu, konsumsi kentang goreng juga membawa risiko tersendiri bagi kesehatan.

Salah satu dampak dari konsumsi kentang goreng telah dibahas dalam studi yang melibatkan hampir 4.500 orang dewasa. Studi yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini mengungkapkan bahwa konsumsi kentang goreng lebih dari dua kali per minggu dapat meningkatkan risiko kematian dini hingga dua kali lipat.

Di samping dampak jangka panjang, konsumsi kentang goreng berlebih juga dapat memicu beberapa masalah lain. Berikut ini adalah lima di antaranya, seperti dilansir EatThis, Selasa (12/1).

Sakit Perut

Kentang goreng diketahui tinggi akan kandungan lemak. Di sisi lain, lemak cenderung lebih lambat dicerna oleh tubuh. Dengan kecenderungan ini, kentang yang dikonsumsi bisa bertahan di perut lebih lama dari makanan-makanan lain.

Akibat dari kondisi tersebut, studi dalam jurnal Ultrasound International Open menunjukkan bahwa konsumsi kentang goreng dapat meningkatkan risiko sakit perut. Selain itu, proses mencerna kentang goreng juga dapat memicu “efek samping” lain seperti mual, diare, perut terasa kembung, dan kram.

Pikiran Berkabut

Kentang goreng umumnya diolah dengan cara deep fried dalam minyak terhidrogenasi. Akibatnya, kentang goreng kerap mengandung lemak trans yang tinggi sehingga bisa memicu peningkatan kadar kolesterol jahat dan penurunan kadar kolesterol baik.

Studi selama 10 tahun yang melibatkan 1.600 lansia di Jepang mengungkapkan bahwa orang-orang dengan kadar lemak trans industri yang tinggi di dalam darah memiliki risiko hingga 75 persen lebih besar terhadap penyakit Alzheimer dan demensia. Studi ini dimuat dalam jurnal Neurology.

Pengaruhi Sistem Imun

Studi dalam jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak dan berminyak dapat membawa pengaruh buruk terhadap mikrobioma usus. Alasannya, pola makan seperti itu dapat meningkatkan bakteri tak menyehatkan dan menurunkan bakteri baik di dalam usus. Padahal, mikrobioma usus berperan penting dalam menentukan sistem imun tubuh.

Peningkatan Risiko Penyakit Jantung dan Strok

Studi yang melibatkan sekitar 150.000 militer veteran menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng tiga kali per minggu dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan strok hingga 7 persen. Bila mengonsumsi makanan yang digoreng setiap hari, risiko tersebut meningkat lebih tinggi jadi 15 persen. Studi yang dilakukan oleh US Department of Veterans Affairs dan Massachusetts Veterans Epidemiology Research and Information Center ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng merupakan faktor independen dalam peningkatan risiko kedua masalah tersebut.

Penambahan Berat Badan

Makanan yang digoreng dalam lemak seperti minyak akan memiliki kandungan kalori tinggi. Studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng berkaitan langsung dengan kasus obesitas.

Sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia