Sahabat Zakat, iri terhadap pencapaian dan rezeki orang lain adalah salah satu penyakit hati yang harus kita hindari karena bisa merugikan diri sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar yang dinukilkan dari kitab Fath Al Bari, hasad atau iri dijelaskan bahwa seseorang tidak ingin nikmat yang dimiliki orang lain bertahan lama, dan ingin segera hilang, dan bahkan kenikmatan tersebut ingin berpindah kepadanya (pelaku iri atau hasad).

Anjuran untuk menjauhi sifat iri atau hasad tercantum pada QS. An Nisa: 54 yang artinya, “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitan dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.”

Kedengkian yang berlarut-larut sesungguhnya akan merugikan diri sendiri, karena akan mengikis kebaikan yang dimiliki pelaku hasad tersebut. Maka dari itu, perlu dipahami bahwa semua yang terjadi di dunia ini sudah memiliki takdirnya masing-masing, baik itu takdir hidup, mati, rezeki, dan jodoh. Perkara tersebut telah ditentukan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi sekitar 50 ribu tahun.

Menurut Ibnu Al Qayyim, agar kita terhindar dari sifat iri dan dengki adalah dengan memupuk ketakwaan kepada Allah. Hanya dengan bertawakal-lah seseorang bisa terhindar dari tindakan keji, seperti membenci seseorang yang sedang mendapatkan kebahagiaan, sebagaimana yang tercantum dalam QS. At-Thalaq: 3, “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.”

Dan yang terakhir, kitapun jangan terlalu menyombongkan semua pencapaian yang sudah kita raih. Dengan kata lain, harus bijak dan bisa menjaga perasaan orang lain, jangan sampai mengundang orang lain untuk iri dan dengki terhadap rezeki yang telah Allah titipkan kepada kita. Misalnya, tidak terlalu mengekspose kebahagiaan kita di media sosial. Semoga kita semua selalu berada dalam perlindungan-Nya.