BANGUN PERADABAN SELAMATKAN TIANG PENGABDIAN

Oleh:

Virda Dimas Ekaputra

CEO Rumah Zakat Indonesia

Konsen pada Semangat Pengabdian yang diusung RZI di tahun 2009. “Optimalisasi Keunggulan Untuk Kinerja Produktif” menjadi bekal utama RZI untuk mengabdi dalam memberdayakan dan memba­ngun umat. Salah satu bentuk pengabdian Rumah Zakat Indonesia diwujudkan dalam bidang kesehatan (HealthCare) yang merupa­kan satu dari 4 rumpun program RZI, selain EduCare (pendidikan), EcoCare (ekonomi) dan YouthCare (kepemudaan). Karena kesehatan merupakan faktor utama untuk membentuk dan membangun bangsa yang kuat.

Kita semua tahu, ibu laksana tiang peradaban setiap bangsa karena melalui rahimnya lahir generasi unggul yang akan berkontribusi pada pembangunan. Sehingga kesehatannya menjadi prioritas bagi kita bersama. Sebagaimana diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari acara hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 tahun 2008 bahwa “Rakyat Sehat, Kualitas Bangsa Meningkat.” Sehingga masih tingginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi, dan angka gizi kurang yang utamanya bercokol pada masyarakat miskin yang tidak mampu memerlukan perhatian semua pihak.

Saat ini IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Indonesia masih menduduki peringkat ke-107 dari 177 negara dengan tingkat angka kematian ibu (AKI) tertinggi yaitu 248 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi (AKB) tercatat 26,9 per 1.000 kelahiran hidup.

RBG DAN LBG SEBAGAI SOLUSI

Program HealthCare Rumah Zakat Indonesia didedikasikan dalam berbagai layanan kesehatan gratis dengan berdirinya 6 Rumah Bersalin Gratiis (RBG) di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, Semarang  dan Surabaya. Serta Layanan Bersalin Gratis (LBG) di 20 kota cabang RZI se-Nusantara. LBG berada di kota yang belum memiliki RBG, dengan menjalin kerjasama dengan bidan mitra RZI di tiap kota. Tiap RBG memiliki fasilitas layaknya Rumah Sakit Bersalin lainnya seperti ruangan ber-AC, mobil ambulance gratis, ruangan bayi, ruang persalinan dan ruang pemeriksaan ibu dan anak. Didukung oleh tim bidan dan dokter serta dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai termasuk alat pemantau pertumbuhan serta kesehatan bayi dalam kandungan atau Ultrasonografi (USG).

RBG melayani pemeriksaan kehamilan gratis melalui sistem membership (keanggotaan) sejak usia kandungan bulan pertama, termasuk pemberian nutrisi dan vitamin, pemantauan berat badan ibu dan janin, imunisasi gratis sampai kebutuhan imunisasi bayi sempurna, makanan tambahan, bahkan pemeriksaan kesehatan gratis hingga usia anak 5 tahun. Selain itu RBG memiliki armada pengantaran dan penjemputan gratis yang siap beroperasi menjemput dan mengantar ibu hamil dan pasien. Penjemputan ini sangat dibutuhkan bagi ibu hamil yang memerlukan alat transportasi secara mendadak atau ketika akan melahirkan.

PENGEMBANGAN RBG DAN LBG

Tahun ini RZI mengembangkan RBG secara massif di 5 kota baru yaitu di Pekanbaru, Bandung, Jakarta Selatan, Tangerang dan Palembang, sehingga tahun ini akan ada 11 RBG RZI yang beroperasi secara nasional. Sementara kota-kota non RBG akan menyediakan layanan LBG. Layanan RBG meningkat hingga 61%, dengan bertambahnya jumlah persalinan dari 592 (2007) menjadi 1512 (pertengahan Desember 2008). Selain itu RBG juga menjadi sentra layanan pengantaran pasien dan jenazah secara gratis, 35 ambulans dan 11 mobil klinik keliling yang tersebar di seluruh kantor cabang RZI, telah melayani 25.429 pasien. Sementara penerima manfaat dari Layanan Bersalin Gratis sebanyak 2.151 orang, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak 34.417 orang serta Aksi Siaga Sehat 31.135 orang.

Meskipun jumlah penerima manfaat program ini cukup besar, namun ternyata jumlah pasien yang masih menunggu bantuan untuk persalinan juga terus meningkat. Hingga saat ini terdapat 694 ibu hamil yang menunggu donasi masyarakat untuk membantu persalinannya. Untuk berdonasi dalam program RBG maupun LBG donatur RZI dikenakan biaya program sebesar Rp. 800.000 rupiah untuk satu kali persalinan.#

 

Tags :
Konfirmasi Donasi