Bank Indonesia menggandeng Rumah zakat dan Dreamdelion berinisiatif memberikan edukasi terkait keuangan inklusif dan ekonomi usaha masyarakat pembatik Desa Girilayu, Matesih Karanganyar dalam Program UMKM Subsistence, Rabu (16/6).

KARANGANYAR – Bank Indonesia menggandeng Rumah zakat dan Dreamdelion berinisiatif memberikan edukasi terkait keuangan inklusif dan ekonomi usaha masyarakat pembatik Desa Girilayu, Matesih Karanganyar dalam Program UMKM Subsistence, Rabu (16/6).

Program ini diawali dengan memberikan Pelatihan Keuangan Inklusif selama 2 hari kepada 61 orang penerima manfaat sebagai sasaran program ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program UMKM Subsistence bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan keuangan inklusif juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pendampingan intensif dari aspek produksi hingga pemasaran.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto yang turut hadir dalam pembukaan acara program ini menyatakan dukungan positif kepada desa-desa yang menjadikan ikon desa wisata. Jajaran Pemerintah Kabupaten bertekad akan menjadikan desa Girilayu, sebagai desa wisata batik yang nantinya akan menjadi kunjungan para wisatawan untuk belajar edukasi batik, belanja dan juga menikmati suasana di desa tersebut.

Dalam pelatihan perdana mengenai keuangan inklusif ini, semua peserta sangat antusias dan interaktif mengikuti seluruh rangkaian acara pelatihan selama 2 hari. Berbagai wawasan mulai ajakan untuk merencanakan masa depan, komitmen menabung, disiplin dalam pencatatan keuangan usaha maupun pribadi/keluarga hingga pengenalan produk-produk keuangan baik non bank maupun bank diberikan kepada seluruh peserta.

“Saya sangat senang dan bertekad untuk mempraktekan semua ilmu yang telah diajarkan kepada kami,“ ujar Sulami (28) salah satu pembatik muda di Desa Girilayu.

Newsroom

Cecep/Amri Rusdiana