Bank Sampah Juara yang menjadi binaan Rumah Zakat mengikuti kompetisi Lomba Inovasi Desa kategori lingkungan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan PT. Inalum.

BATU BARA – Bank Sampah Juara yang menjadi binaan Rumah Zakat mengikuti kompetisi Lomba Inovasi Desa kategori lingkungan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan PT. Inalum. Lomba ini menampilkan kegiatan di desa yang memunculkan inovasi inovasi yang ada untuk pembangunan desa.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PMD, Perwakilan PT. Inalum dan juga didampingi oleh Sekretaris Desa dan Kepala Dusun V Gg. Baru hadir ke lokasi Bank Sampah Juara, yang berketepatan berlokasi di Dusun V Gg. Baru Desa Suka Maju, Selasa (07/9).

Fauzi selaku relawan Rumah Zakat dan juga sekaligus pemilik Bank Sampah menyambut kehadiran tim penilai dan tim survey.

Fauzi menjelaskan bagaimana Bank Sampah yang menjadi binaannya berusaha untuk mengelola sampah yang dikumpulkan oleh nasabah nasabahnya. Tidak hanya dikumpulkan lalu dijual, Bank Sampah ini berusaha untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang lebih baik dan benilai jual.

Dalam hal ini pengolahan sampah yang pertama kali diolah adalah sampah plastik diolah menjadi ecobrik lalu diubah menjadi kursi sofa mini ecobrik.

Tentunya Fauzi juga menjelaskan tak hanya bernilai dari bagaimana mengelola dan mengurangi sampah plastik yang dibuang saja. Produk yang dibuat tentunya memiliki keunggulan dengan memanfaatkan kondisi sampah plastik yang terdaur ulang sampai ribuan tahun lamanya, sehingga kondisi dari kursi ecobrik yang dibuat bisa tahan lama setelah dibuat rangkanya dari sampah sampah plastik yang dimasukkan kedalam botol tersebut.

Para Tim Penilai sangat antusias dan juga memberikan masukan masukan kepada Bank Sampah Juara guna untuk baik lagi kedepannya. Mulai dari administrasi dan juga kerorganisasian Bank Sampah Juara harus lebih baik lagi. Dan juga tetap fokus terhadap kegiatan yang telah dilakukan, karena mengarah kepada Peraturan Bupati Batu Bara yang lebih mengarah kepada Pengelolaan Sampah untuk mengurangi durasi jumlah sampah yang dibuang.

Newsroom

Adi Dharma Suhardi/Amri Rusdiana