BEGINI PENGHUNI SURGA KELAK

Allah SWT mengisahkan hamba-hamba yang disucikan sedang menikmati anugerah Allah SWT di surga. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam 50-61 QS ash-Shaffat.

Alquran bercerita tentang pengalaman salah satu hamba- Nya yang disucikan itu. Sebagian dari hamba-hamba yang disucikan itu menemui sebagian yang lain. Mereka bercakap-cakap dan saling bertanya tentang keadaannya masing-masing.

قَالَ هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَ

“Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?” (QS ash-Shaffat: 54)

Sesuai dalam keterangan ayat tersebut, penduduk surga ternyata saling mengunjungi. “Maka, sebagian menemui sebagian yang lain.” Pemberitaan tersebut menggambarkan keakraban dalam berkomunikasi yang dibumbui dengan canda ceria di antara mereka. Pembicaraan antara mereka boleh jadi masalah yang ringan, tetapi baik dan penuh makna.

Dikutip dari buku berjudul Qalbun Salim (Hati yang Damai) karya Prof Dr M Yunan Yusuf dijelaskan mereka bukan saja saling bercerita tentang pengalaman kenikmatan yang mereka rasakan di surga, melainkan juga pengalaman ketika masih berada di dunia.

Ternyata, Alquran menjelaskan, jika setiap warga surga mengingat apa yang dialaminya ketika masih berada di dunia. Pengalaman itu juga menjadi pembicaraan mereka di surga.

Di dalam pembicaraan itu, penduduk surga mengisahkan tentang temannya yang meragukan keberadaan hari berbangkit. Dia pun mengajak kawan perbincangannya itu untuk melihat keadaan temannya tersebut di akhirat. Mereka pun menyaksikan temannya yang semasa di dunia tidak percaya dengan kebenaran Hari Kebangkitan, tengah berada di dalam neraka yang menyala-nyala.

فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ

“Maka, dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman) nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.” (QS ash-Shaffaat: 55).

sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia