BELAJAR DARI BURUNG HUD-HUD

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata,”Mengapa aku tidak melihat Hud Hud? Apakah dia termasuk yang tidak hadir?” (Q.S. An Naml : 27)

Sulaiman as adalah seorang Nabi dengan kerajaan yang amat besar. Wilayah kekuasaannya luas. Bala tentaranya terdiri dari manusia, jin, hingga beragam binatang. Sulaiman memiliki kebiasaan apel pagi dengan seluruh pasukannya. Tanpa terkecuali. Hingga suatu pagi, Sulaiman tidak melihat kehadiran Hud Hud diantara pasukannya.

Sebagaimana dijelaskan Allah swt. pada Surat An-Naml ayat ke-28, Sulaiman kemudian berjanji di hadapan seluruh pasukannya. Bila Hud-hud tidak dapat memberikan alasan ketidakhadirannya, maka ia akan mengazabnya dengan keras atau menyembelihnya. Ada tiga pelajaran yang terkandung dari kisah ini.

Pertama, kedisiplinan. Siapapun, ketika telah bergabung dalam sebuah organisasi mesti menjunjung seluruh aturan yang dibuat. Tidak ada pihak tertentu yang bebas peraturan. Salah satu contoh sederhana tentang kehadiran setiap personil, sebagaimana Hud Hud. Setiap personil harus menyadari dirinya bahwa eksistensinya menjadi sangat berarti bagi kesuksesan organisasi. Tanpa kecuali seseorang dengan jabatan yang paling rendah sekalipun. Satu orang saja tidak berdisiplin dalam hal ini dapat menyebabkan kehancuran bangunan organisasi keseluruhan.

Kedua, sanksi. Organisasi perlu memiliki mekanisme sanksi yang jelas, tegas dan adil. Bagi indisipliner, sanksi baru dijatuhkan setelah mendengar penjelasan yang disertai dengan bukti-bukti jelas. Sebelum segala sesuatunya clear, yang berlaku adalah asas praduga tak bersalah. Sebagai pimpinan, Sulaiman berhak menimpakan sanksi kepada Hud Hud bila ia tidak mampu menerangkan ketidakhadirannya saat apel pagi. Sulaiman juga tidak membeda-bedakan siapa anggota pasukannya meskipun Hud Hud hanya seekor burung kecil.

Ketiga, inisiatif. Pagi itu, Hud Hud ternyata melanglang buana sampai ke negeri tetangga. Ia mendapatkan informasi penting yang kemudian mengubah hidup Sulaiman dan kerajaannya. Wilayah kekuasaan Sulaiman bertambah dengan takluknya Ratu Balqis dari Negeri Saba. Hud Hud tipe bawahan yang cerdik. Ia tidak menunggu perintah atasan melulu dalam bekerja. Selalu menumbuhkan inisiatif merupakan sifat dasar yang harus dimiliki setiap personil dalam sebuah organisasi. Hanya dengan cara demikian tujuan organisasi akan tercapai. Wallahua’lam.***

Yudha Eris Setiawan, Batam

Tags :
Konfirmasi Donasi