BENARKAN MANDI MALAM SEBABKAN REMATIK?

Oleh: dr. Hilmi S. Rathomi, MKM.

Rematik adalah istilah awam untuk sekumpulan kelompok penyakit yang menyerang persendian dan tulang. Dalam dunia medis sendiri, peradangan yang terjadi pada daerah persendian dikenal dengan istilah artritis. Terdapat berbagai jenis penyakit yang mengenai bagian persendian dari seseorang, sehingga orang awam seringkali kurang memahami penyakit rematik yang mana yang sebenarnya dideritanya. Beberapa penyakit radang sendi yang paling populer diantaranya adalah artritis gout yang dikenal dengan asam urat, osteoporosis yang dikenal dengan penuaan, dan Reumatoid Arthritis yang sering disebut sebagai rematik.

Sedang RA adalah jenis peradangan sendi kronis yang biasanya terjadi pada sendi di kedua sisi tubuh, seperti tangan, pergelangan tangan, atau lutut. Sifat peradangannya yang cenderung simetris ini menjadi ciri khas yang membantu membedakan RA dengan jenis radang sendi yang lain. Beberapa gejala awal dari RA biasanya berupa nyeri dan bengkak pada sendi, kekakuan sendi yang biasanya dirasakan pada pagi hari atau setelah duduk dalam jangka waktu lama, serta kelelahan.

RA sendiri sebenarnya termasuk dalam kelompok penyakit autoimun. Pada orang yang menderita RA, terdapat perbedaan pada sistem kekebalan tubuh dalam merespon perubahan yang terjadi, sehingga justru “menyerang” sel-sel tubuh orang itu sendiri. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria, dengan tingkat risiko sekitar dua kali lipat. Namun, jika penyakit ini mengenai pria, biasanya gejala yang dialami lebih berat. RA lebih sering terjadi pada usia dewasa pertengahan (sekitar usia 20-40 tahun), namun dapat pula mengenai anak-anak atau orang tua.

Penyebab pasti dari munculnya RA belum diketahui dengan pasti, namun diduga disebabkan kombinasi dari berbagai faktor, terutama genetik/keturunan, lingkungan, dan hormonal. Ada pula penelitian yang menyebutkan bahwa perubahan pada sistem kekebalan tubuh terjadi akibat adanya infeksi virus yang mengubah sistem kekebalan tubuh seseorang. Pada penelitian lain, disebutkan pula bahwa faktor kebiasaan merokok juga berpengaruh dalam timbulnya RA pada seseorang.

Biasanya, seseorang dicurigai menderita RA jika terdapat kumpulan gejala-gejala yang mengarah berdasarkan pemeriksaan dokter. Beberapa diantaranya adalah adanya nyeri dan radang sendi yang simetri terutama di tangan, ada kekakuan pada pagi hari, adanya benjolan di bawah kulit, dan adanya hasil yang positif pada pemeriksaan lab darah serta rontgen sendi.

Mengenai hubungan antara mandi malam dan kejadian RA atau penyakit rematik, hal tersebut adalah mitos yang kurang benar. Dari sisi medis, tidak ada penelitian yang menyatakan bahwa sering mandi malam dapat menyebabkan seseorang menderita RA. Sebab penyebab dari RA adalah kondisi autoimun yang penyebabnya multifaktor. Meskipun demikian, air atau udara dingin memang dapat menyebabkan kapsul persendian mengerut. Pada penderita RA, kondisi seperti ini bisa menambah rasa nyeri yang dirasakan. Oleh karena itu, penderita RA memang lebih disarankan untuk mandi dengan air hangat untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan.

Ada berbagai macam cara untuk menangani keluhan RA. Yang perlu diingat, tujuan dari terapi RA adalah untuk membantu mengurangi gejala seperti nyeri sendi, kaku, dan bengkak, serta mencegah kecacatan. Terapi yang ada hingga saat ini belum mampu menyembuhkan RA secara tuntas sama sekali, namun lebih kepada mengontrol keluhan pasien. Beberapa upaya yang dilakukan biasanya meliputi konsumsi obat-obatan, istirahat dan olahraga, serta tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan pada sendi.

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk RA adalah obat untuk mengurangi peradangan serta obat analgetik untuk menghilangkan rasa sakit baik yang bersifat dioleskan ataupun diminum. Selain itu, ada pula obat yang ditujukan untuk menekan seranan sistem kekebalan tubuh pada daerah sendi.

Adapun aktivitas maupun olahraga yang dapat saya sarankan bagi Winda untuk mengontrol gejala RA yang dialami adalah:
1. Memulai dengan olahraga ringan dan mudah, seperti peregangan dan menegangkan otot
2. Mencoba melakukan latihan kekuatan ringan ketika badan kita merasa telah siap
3. Menambahkan latihan aerobik yang low-impact pada kegiatan rutin
4. Mencoba beberapa latihan seperti yoga atau tai-chi yang dapat meningkattkan kelenturan tubuh dan relaksasi
5. Tidak melakukan olahraga yang diketahui dapat menyebabkan nyeri pada persendian

Tags :
Konfirmasi Donasi