BIASANYA JUAL SOTO, MENJELANG LEBARAN SUTARDI JUALAN KUE KERING

RZ LDKO CilegonSEMARANG. (13/07). Pak Di, begitu sapaan akrabnya pemilik nama lengkap Sutardi. Beliau ini termasuk salah satu member binaan RZ Semarang. Bersama istrinya, Siti, beliau telah merintis usaha soto di jalan Kanguru Raya Semarang sejak 9 tahun yang lalu. Kondisinya bisa tergolong ramai, omset sehari bisa Rp. 500.000-Rp. 800.000, karena letak warungnya yang cukup strategis.

Namun khusus bulan Ramadhan seperti ini, sejak dulu aktifitas berjualan sotonya selalu libur. Yang menjadi pertanyaan banyak pelanggannya, terus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bagaimana?apalagi saat-saat lebaran begini hampir semua orang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Namun Pak Di dan keluarga sudah punya aktifitas usaha alternative di bulan Ramadhan. Berbekal pengalamannya pernah bekerja di sebuah perusahaan roti selama 10 tahun sebelum memutuskan berjualan soto, bapak ketiga anak ini memproduksi kue kering dan dijual secara ritel maupun pesanan. “Alhamdulillah sudah 5 tahun seperti ini, jadi sudah ada pelanggan juga,” tutur Pak Di sembari mengolah adonan roti.

Pelanggan bertambah tiap tahun, terbukti roti hasil karya beliau cukup berkelas. Produk yang dihasilkan antara lain nastar, kastengel, putri malu, dll. Prospek roti keringnya cukup menjanjikan, di awal puasa saja sudah dapat pesanan 400 toples.

“ini pesanan diluar yang biasanya mas, yg khusus bulan ramadhan belum kita buat ini” tutur bu Siti. Menurut beliau potensi omset tahun ini bisa diangka 15 jutaan dengan keuntungan bersih mencapai 7 jutaan.***

Newsroom/Andriyan Citra
Semarang

Tags :
Konfirmasi Donasi