BUJET DAN KONTROLBUDGET AND CONTROL

Oleh: Ahmad Gozali

Banyak yang bertanya, berapa persen baiknya bujet untuk investasi dari penghasilan, berapa persen seharusnya bujet untuk belanja bulanan, berapa untuk transport, berapa bujet untuk hobi, berapa bujet untuk ini, berapa bujet untuk itu. Banyak orang yang fokus pada bujet, sebagai aturan dalam mengelola pengeluaran. Tapi apakah bujet efektif dalam mengatur pengeluaran?

Pertama, bujet tidak selalu bisa digeneralisir untuk semua rumah tangga. Mereka yang bekerja di pusat kota besar dan tinggal di pinggiran kota memiliki bujet transportasi yang lebih tinggi dibanding yang tinggal di pusat kota. Tapi sebagai kompensasinya, yang tinggal di pusat kota harus memiliki bujet yang lebih besar untuk biaya hidup dan sewa rumah.

Dan kedua, menurut saya, sebagus apapun rumusan bujet yang kita susun, jika tidak ada kontrol dalam menjalankannya, maka bujet itu menjadi percuma saja. Kata kunci yang lebih penting dari bujet, adalah “kontrol”.
Pastikan bahwa kita yang mengontrol uang, bukan uang yang mengontrol kehidupan kita. Bahwa uang berada dalam kendali kita, artinya kita tahu persis berapa uang yang masuk dalam satu bulan ini, dan kita tahu berapa uang yang dikeluarkan, dan untuk apa saja. Kalau penghasilan sih tahu persis berapa yang diperoleh, tapi tahukah kita berapa uang keluar dan untuk apa saja? Cobalah lacak pengeluaran secara detail dalam 2-3 bulan, setelah itu kita bisa tentukan sendiri bujet untuk tiap pos pengeluaran.

Kontrol keuangan juga berarti kita punya kendali penuh untuk membuat keputusan keuangan. Apakah membeli atau tidak membeli, membayar atau tidak membayar, dengan segala konsekuensinya. Ah, itu sih mudah, uang kan saya yang pegang, saya yang putuskan untuk beli atau tidak. Oke, sekarang coba ingat-ingat pernahkah kita membeli sesuatu karena merasa tidak enak pada yang menjual? Pernahkah kita meminjamkan uang hanya karena tidak enak jika menolak? Jika pernah, maka itu artinya kita pernah kehilangan kontrol atas keuangan kita.

Dan terakhir, kontrol juga artinya kita punya kendali untuk menaikkan atau menurunkan angkanya, melakukan penyesuaian keuangan seperti halnya kita mengontrol kendaraan bisa rem atau gas, belok kanan atau kiri. Wah, tidak semua bisa kita kontrol dong, karena ada pengeluaran yang besarannya ditentukan pihak lain seperti sekolah, listrik, telpon sudah ada tarifnya.

Memang betul sekolah sudah ada tarifnya, tapi bukankah kita sendiri yang punya kontrol apakah anak akan disekolahkan di sekolah A atau sekolah B dengan tarifnya masing-masing? Memang betul listrik dan telpon sudah ada tarifnya, tapi bukankah penggunaannya terserah kita sendiri untuk mengontrolnya?

Bagaimana dengan penghasilan? Sulit untuk mengontrolnya sebagai karyawan yang tinggal terima gaji saja. Nah, kita memang tidak punya kuasa seberapa besar bos kita memberi gaji, tapi bukankah kita bisa meminta kepada pemilik kehendak di alam raya atas curahan karunia rezeki-Nya dari jalan manapun juga. Sudahkah kita berdoa?
By: Ahmad Gozali

There are a lot of people asked me, how many percent should we allocate for investment from our income? How many percent for monthly shopping? How many percent for transportation? How many percent for hobbies? How many percent for this and that? Many people focus on the budget as a rule in managing expenses. But is the budget effective in managing expenses?

First, the budget can not always be generalized to all households. Those who work in the center of a big city and live in the suburbs have higher transportation budget compared to living in the city center. But as compensation, those who live in the city center should have a bigger budget for living expenses and rent.

And second, I think, as good as any formulation of the budget that we set up, if there is no control in the run then it becomes useless budget. The most important keywords than the budget, is “control”.

Make sure that we are the one who control the money, not the money that controls our lives. Money is in our control, means we know exactly how much money coming in this month, and we know how much money is spent, and for what. We do know exactly how much we obtained, but do we know how much money that we spent and for what? Try to track the expenses in detail in 2-3 months, after that we can set a budget for each expense.

Financial control also means we have full control to make financial decisions. Whether to buy or not buy, pay or not pay, with all its consequences. Ah, that’s easy, the money is in my grasp, I’m the one who decide to buy or not. Okay, now try to remember did we ever buy something because you felt bad to the seller? Have we ever lent money because we felt bad if we refuse? If so, then it means we’ve lost control of our finances.

And lastly, the control also means that we have the control to raise or lower the number, the financial adjustments as well as we control the vehicle we can brakes or gas, turn right or left. Well, not everything we can control, because there are expenses which amount is determined by other parties such as schools, electricity, telephone with existing tariffs.

It is true that schools have no charge, but not our own which has control of whether a child will be educated at school A or school B with their tariffs? It is true that the existing electricity and telephone tariffs, but its use is not up to us alone to control it?
What about income? Is it Difficult to control? As the employees who receive the salary we did not have the power to control the boss how much they will give the salary, but aren’t we able to ask the owner’s of the universe will on the outpouring of His grace provision from anywhere.

Have we pray?

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia