BULAN INTROSPEKSI DIRI

Setiap tahunnya kita menyambut bulan suci dan penuh berkah, bulan yang dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia. Tetapi, akankah setiap tahun penyambutan itu hanya seremonial belaka. Padahal Ramadan sangat tepat dijadikan ajang bulan introspeksi diri atas segala kesalahan yang telah kita lakukan?
 
Jangan sampai Ramadan ini hanya menjadi ladang popularitas bagi orang kaya yang membantu kau dhuafa tanpa ada landasan atas keimanan yang benar-benar luhur, atau apakah mesti dipertanyakan lagi untuk apa bulan suci ini datang atau menghampiri kita?

Allah SWT berfirman:

Wahai orang orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang engkau kerjakan.

Kita tentunya tidak ingin bulan penuh berkah ini berlalu begitu saja. Kita tak akan pernah tahu apakah akan bertemu Ramadan tahun depan.

Allah SWT berjanji apabila kita melakukan kebaikan walaupun sebesar biji zarah sekalipun, akan diberi balasan.

Tetapi apakah kita pernah berpikir atau memikirkannya setiap yang kita lakukan akan diterima oleh Allah atau tidak? Padahal seseorang sudah berbuat kebaikan pun belum tentu diterima amalnya karena disertai sifat ria. Tetapi jika kita melakukan kesalahan, neraka sudha menunggu sebagai tempat penebus dosa walau tanpa kita minta.

Marilah kita menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan suka cita dan persiapan yang matang untuk dapat menempa kita menjadi seorang pejuang yang berjuang tanpa harapkan pujian dan balasan.

Umar Al Faruq RA berkata: Wahai manusia hisablah dirimu sebelum engkau dihisab, dan timbanglah perbuatan-perbuatanmu sebelum dirimu ditimbang dan bersiap-siaplah untuk hari akhir (hari di mana dinampakkan segala sesuatu dan tidak tersembunyi sesuatu apa pun.

Marilah berusaha untuk menjadi umat Islam yang kaafah dan terus berusaha membangun peradaban yang kita impikan bersama. Harum Ramadan sudah dicium, kesejukannya mengetuk hati orang yang ingin meraup sejuta bahagia. Jika ada hati yang tergores karena tingkah, ada ucap berbunga dusta, maka sudah semestinya kita saling meminta dan memberi maaf.

Tags :
Konfirmasi Donasi