Ternak Domba yang berlokasi di Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor yang diinisiasi Rumah Zakat ini mendapatkan apresiasi positif dari Pemerintah.

BOGOR – Ternak Domba yang berlokasi di Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor yang diinisiasi Rumah Zakat ini mendapatkan apresiasi positif dari Pemerintah. Hal tersebut diungkapkan oleh Elan Jaelani, salah seorang Fasilitator Rumah Zakat.

“Alhamdulillah selain masyarakat sekitar,pemerintah juga sangat mendukung program pemberdayaan masyarakat di Pamoyanan ini,” kata Elan Jaelani, Rabu (19/05).

Economic Recovery atau Pemulihan Ekonomi setelah pandemi Covid-19, Kecamatan Bogor Selatan (Bosel) punya beberapa strategi dalam menggenjot perekonomian warga. Diantaranya yaitu mendorong perusahaan & lembaga-lembaga lainnya untuk mengembangkan postensi yang ada di Bogor Selatan. Salah satunya pemberdayaan Ekonomi Ternak Domba yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia serta Rumah Zakat di Kelurahan Pamoyanan.

“Selain Ternak Domba Kami dorong juga adanya  kuliner dengan ciri khas dasar daging Domba,kami mengusulkan nama juga untu kulinernya yaitu *D’Oyan atau Domba Pamoyanan*, yaitu dengan mengembangkan kuliner berbahan dasar domba atau kambing di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor,” ungkap Hidayatulloh, Camat Bogor Selatan saat mengunjungi Markaz Domba.

“Program non Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini hasil kerjasama antara unsur kewilayahan dengan warga sekitar serta Rumah Zakat, yang sebelumnya memang terkenal dengan hasil ternak dombanya, saat ini baru tahap awal dan kita kembangkan kedepannya,” tambah Hidayatulloh.

Kuliner D’Oyan, diharapkan di mana ada sentra Domba di Kecamatan Bogor Selatan, yaitu di Pamoyanan yang akan jadi pusat kuliner dengan bahan dasar daging domba atau kambing.

“Kuliner tersebut mulai dari sate, tongseng, hingga makananan khas Timur Tengah seperti nasi kebuli dan lainnya,” ucap Hidayatulloh.

Ia menambahkan, program Kuliner D’Oyan menjadi salah satu dari sekian program se-Kecamatan Bogor Selatan, demi mewujudkan pemulihan ekonomi pasca-pandemi di masyarakat. Apalagi, program ini betul-betul digerakkan masyarakat,Rumah Zakat & BSI dengan memanfaatkan lahan tidur di wilayah Pamoyanan.

Meski begitu, pihaknya belum memutuskan tanggal launching, karena baru tahap awal pengembangan. Baginya yang terpenting adalah masyarakat bisa terpacu untuk menguatkan perekonomian yang lesu karena diterpa pandemi.

“Kita berharap dinas terkait bisa hadir untuk memberi edukasi. Khususnya untuk warga kami dalam melatih mengolah masakan khas Domba & Khas Timur Tengah yang berbahan domba, Selain edukasi mengolah makanan, ada juga bagaimana cara budidaya Domba tersebut,” ujarnya.

Selain menggandeng masyarakat, pihaknya juga akan menjalin kolaborasi dengan wilayah tetangga Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk. Sehingga ada integrasi antara kota dan Kabupaten Bogor di kawasan tersebut.

“Intinya juga memanfaatkan lahan-lahan tidur yang belum digunakan, supaya ada daya guna untuk masyarakat. ini juga bagian dari implementasi program Pemkot Bogor dan pemerintah pusat dalam economic recovery,” ucapnya.

“Harapan saya ini menjadi role model buat wilayah lain, bahwa D’Oyan ini harus berkembang menjadi keunggulan koperatif di wilayah Pamoyanan. Sehingga sumber daya alam dan manusia yang memungkinkan untuk dikembangkan,” tutupnya

Newsroom

Wartono/Amri Rusdiana