CARA MENGHITUNG INDEKS MASSA TUBUH (IMT)

Ukuran tubuh yang proporsional antara berat badan dan tinggi badan merupakan salah satu idaman banyak orang. Selain meningkatkan rasa percaya diri dan menimbulkan citra diri yang lebih baik, tubuh yang proporsional adalah salah satu penanda kesehatan seseorang.

Salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah berat badan kita berada pada kisaran sehat atau tidak (maupun normal atau tidak) adalah dengan menggunakan ukuran yang dikenal sebagai Indeks Massa Tubuh (IMT). Jika IMT seseorang berada pada kisaran tidak normal, baik terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, tingkat risiko seseorang mengidap berbagai macam penyakit akan meningkat. Sebagai contoh, jika IMT seseorang terlalu tinggi dan termasuk dalam kategori kegemukan atau obesitas, risiko orang tersebut mengidap penyakit kardiovaskuler dan penyakit lain terkait metabolisme akan cenderung meningkat.

Cara untuk menghitung IMT seseorang sebenarnya cukup mudah. Kita tinggal menghitung berat badan (dalam Kg) dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam sentimeter.

“Misalnya dengan kondisi BB 60 kg dan tinggi badan 155 cm, jika menggunakan rumus tersebut, maka bisa kita dapatkan nilai IMT-nya 24,97,” ujar Hilmi Sulaiman, dr,.Mph, Program Head Cita Sehat Foundation (CSF).

Sehingga berdasarkan standar acuan yang sudah ada, untuk lingkup orang asia, maka IMT tersebut saat ini berada pada kategori berat badan berlebih, karena lebih dari 23 kg/m2. Sedangkan IMT normal untuk orang asia sendiri terdapat pada rentang 18,5 – 22,9 kg/m2.

Jika kita merujuk ke perhitungan berat badan normal menggunakan standar IMT, maka berat badan yang sehat untuk orang yang mempunyai tinggi 155 cm adalah sekitar 44,5 kg – 55 kg. Sedangkan jika mengacu pada perhitungan berat badan ideal, maka berat idealnya adalah 49,5 Kg. Dengan demikian, agar kesehatan lebih optimal, untuk orang yang punya BB 60 kg dan tinggi 155 cm, sebenarnya perlu menurunkan berat badan sekitar 5 hingga 10,5 kg.

Tags :
Konfirmasi Donasi