[:ID]DARURAT KEKERINGAN, RUMAH ZAKAT SIAPKAN RENCANA PENANGGULANGAN [:en]DROUGHT EMERGENCY, RUMAH ZAKAT PREPARES MANAGEMENT PLAN[:]

[:ID]Kamis (22/08). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kemarau tahun ini lebih kering dari tahun 2018 lalu. Akibatnya diperkirakan 48 juta jiwa di 28 provinsi akan terdampak kekeringan. Bahkan 55 Kepala Daerah telah menetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan.

Kepala Daerah yang telah menetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan ini antara lain berasal dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menanggapi hal tersebut, Rumah Zakat telah menyusun rencana penanganan Bencana Kekeringan.

“Kita telah mempersiapkan beberapa rencana untuk penanggulangan bencana kekeringan ini yaitu penyaluran air bersih, pembuatan penampungan air, perbaikan atau pembangunan fasilitas penunjang di Sumber Mata Air, pipanisasi dari sumber mata air dan pembuatan sumur hujan,” ujar Murni, Chief Program Officer Rumah Zakat.

Untuk distirbusi air bersih, periode Mei-Agustus 2019, Rumah Zakat telah menyalurkan 340.000 L air bersih di 13 titik di 7 provinsi yang terdampak kekeringan dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 17.396 jiwa. Air bersih akan terus didistribusikan hingga bencana kekeringan berakhri.

Sementara untuk program-program lainnya sedang dalam tahap koordinasi dan konsolidasi, mengingat pembuatan fasilitas mata air atau sumur tadah hujan memerlukan dukungan banyak pihak.

“Bencana kekeringan memang memerlukan penanggulangan bersama, karena air merupakan kebutuhan utama bagi keberlangsungan hidup. Karenanya, mari bersama-sama sediakan air bersih untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Murni.

Newsroom

Lailatul Istikhomah | Hanaa Afifah[:en]

Thursday (08/22). The Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) said that this year’s dry season is drier than in 2018. As a result, an estimated 48 million people in 28 provinces will be affected by drought. Even 55 Regional Heads have established a Drought Emergency Preparedness.

Regional Heads who have established a Drought Emergency Preparedness includes the Provinces of Banten, West Java, Yogyakarta, Central Java, East Java, West Nusa Tenggara (NTB) and East Nusa Tenggara (NTT).

Responding to this, Rumah Zakat has prepared a plan for handling the Drought Disaster.

“We have prepared several plans for the prevention of this drought disaster, namely the distribution of clean water, making water reservoirs, repairing or constructing supporting facilities and piping from the spring source and making rain wells,” said Murni, Rumah Zakat Chief Program Officer.

For clean water distribution, from May to August 2019, Rumah Zakat distributed 340,000 L of clean water in 13 points in 7 provinces affected by drought with 17,396 beneficiaries. Clean water will continue to be distributed until the drought ends.

While other programs are in the stage of coordination and consolidation, considering that the creation of spring water facilities or rain-fed wells requires the support of many parties. “Drought does require joint relief because water is a major need for survival. Therefore, let’s provide clean water together for our brothers and sisters who need it,” said Murni.

Newsroom

Lailatul Istikhomah | Hanaa Afifah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia