APD Untuk Penyintas Kebakaran

Rp8.605.000 terkumpul dari 66 donatur

Rp

Minimal transaksi Rp25.000

Kualitas Udara Memburuk, Kesehatan Mereka Ikut Terancam!

Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang terjadi di wilayah Kalimantan tepatnya di Pulau Kalimantan dan Papua bagian selatan masih menjadi kekhawatiran besar yang melanda tanah air kita. 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menyampaikan update sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan telah mencapai 1.487 titik, dimana tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik. (Sumber: https://nasional.kompas.com)

Dampak besar dan mengancam! 

Tidak dipungkiri dari peristiwa Karhutla ini, permasalahan ikut meluas, asap tebal yang jelas mengganggu aktifitas, beberapa sekolah, penerbangan berhenti dan ditutup, jarak pandang terbatas, hingga udara yang terus menurun kualitasnya bahkan masuk kategori bahaya.

Ini jelas mengancam kesehatan mereka, disaat udara bersih menjadi kebutuhan dasar yang tidak dapat digantikan, justru sekarang mencekik mereka setiap harinya. 

Terlebih udara yang tercemar karhutla paparannya kerap memicu keluhan medis berjenjang, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak nafas, hingga memperburuk kondisi penyakit paru kronis.

Bukan satu atau dua orang, tapi sekitar 3 juta orang yang tersebar di wilayah 7 provinsi terdampak karhutla, satu di antaranya wilayah Kalimantan. 

Lonjakan kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) juga terus dilaporkan dari berbagai wilayah, di Kalimantan sendiri tercatat 716 kasus, sedang di Kalimantan Barat tercatat lebih dari 151 ribu kasus sejak Januari 2026. 

Maka dengan kondisi dampak kebakarahan hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas, menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghimbau masyarakat khususnya di wilayah terdampak untuk terus menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan. 

Imbauan tersebut penting dilakukan untuk mencegah paparan partikel halus PM2,5 dalam asap karhutla yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru. (sumber: https://kemkes.go.id)

Sahabat, di tengah kondisi sulit yang saudara kita rasakan, mari menjadi alasan hadirnya bantuan bagi mereka. 

Rumah Zakat bersama program "Bantuan APD Untuk Penyintas Kebakaran" berharap bisa ikut menjadi bagian dari terpenuhinya kebutuhan mereka saat ini. 

Adapun kebutuhan mendesak yang mereka perlukan saat ini adalah di antaranya:

  1. Masker N95, KN95 & anak
  2. Oxycan & portable oksigen
  3. Air purifier
  4. Suplemen & obat-obatan
  5. Minuman isotonik
  6. APD & peralatan pemadam kebakaran

(www.detik.com)

Ambil peran baik ini bersama, bantu sediakan APD bagi saudara kita penyintas karhutla di Kalimantan dan wilayah terdampak kebakaran lainnya.

Sedikit ikhtiar kita berdampak kebaikan untuk sesama. 

Bismillah, bantu dengan cara klik "Tunaikan Sekarang" untuk kirim APD bagi penyintas kebakaran Kalimantan

Info Terbaru

Belum ada informasi terbaru untuk program ini.

Donatur

Program Terkait