Bantuan Pendidikan Auliya

7 paket sedekah terkumpul dari 14 donatur

Rp

Minimal transaksi Rp485.000

Tanpa uluran tangan kita, cita-cita itu bisa terhenti

Aulia Zahra adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah susun sederhana (Rusunawa) di kota, dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap, sementara ibunya sempat bekerja di kantin sekolah hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari—meski penghasilannya sangat kecil dan jauh dari cukup.

Setiap bulannya, keluarga Aulia harus berjuang keras untuk membayar sewa tempat tinggal dan listrik yang sering menunggak hingga terkena denda. Di tengah tekanan ekonomi ini, Aulia tetap bertekad untuk sekolah, meski sering harus menahan lapar.

Pernah suatu hari, Aulia ditemukan pingsan di jalan karena belum makan seharian. Ia mencoba mencari pekerjaan untuk membantu ibunya, namun tubuh kecilnya tak sanggup menahan lapar. Kejadian itu menyadarkan sang ibu bahwa Aulia terlalu banyak memikul beban untuk usianya.

Meski sang ayah sudah menyerah dan bahkan menyarankan anak-anaknya berhenti sekolah, ibu Aulia tak ingin menyerah pada keadaan. Ia berkata dengan tegas,

“Walau suami saya menentang anak-anak menempuh pendidikan, saya akan berjuang agar anak-anak saya bisa sekolah.”

Aulia saat ini duduk di bangku SMA, sedangkan kedua adiknya sedang bersekolah di bangku Sekolah Dasar. Setiap hari Aulia pergi sekolah diantar oleh ayahnya, tapi pulang sekolah dia harus berjalan pulang dengan jarak tempuh 5 km, dan dia tempuh sekitar satu jam perjalanan kaki. Dia tidak bisa minta jemput ayahnya, karena ayahnya bekerja dan akan marah serta akan menyuruh dia untuk tidak sekolah lagi. Jadi Aulia rela pulang jalan kaki, agar bisa tetap terus bersekolah.

Saat ini ibu Aulia bekerja sebagai pembersih botol saos, pekerjaan yang membuat jari-jarinya dan kuku-kukunya sakit harus ia lakoni demi mendapatkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari anak-anaknya, Ibu Aulia tidak lagi mengharapkan nafkah dari sang suami, karena gaji sang suami juga hanya cukup untuk dirinya sendiri.

Ibu Aulia bekerja setiap hari senin-kamis, dengan gaji 25 ribu perhari itupun jika botolnya ada, uang yang beliau dapatkan beliau berikan untuk sangu anak-anak sekolah, karena beliau tidak ingin anak-anaknya kelaparan pas di sekolah.

Untuk makan sehari-hari, ibu Aulia biasanya mendapatkan sayuran sisa yang tak terjual dari pasar dekat tempatnya bekerja, Sayur-sayaur yang sudah tidak layak jual lagi itu dibagikan percuma oleh pihak penjual untuk warga sekitar yang membutuhkan. Sayur-sayur layu tersebut biasanya beliau bawa pulang untuk dibersihkan dan dimasak untuk hidup orang rumah.

saya udah ga minta sama ayah anak-anak, tutur beliau ,”soalnya biasanya ayahnya marah dan akan bilang, mending berhenti saja sekolah, jadi lebih baik saya usahakan sendiri saja untuk Pendidikan anak-anak saya,” tambah beliau lagi

Sahabat, Aulia bercita-cita menyelesaikan sekolahnya dan membahagiakan ibunya. Tapi tanpa uluran tangan kita, cita-cita itu bisa terhenti. Mari bersama kita ringankan langkah Aulia dan dua adiknya agar bisa terus sekolah dan tidak lagi pulang dengan perut kosong.

🤲 Dengan sedekah terbaik Anda hari ini, insyaAllah bisa membantu biaya sekolah dan kebutuhan harian Aulia serta adik-adiknya.

Info Terbaru

Belum ada informasi terbaru untuk program ini.

Donatur

Program Terkait