Rp300.000 terkumpul dari 1 donatur
Minimal transaksi Rp10.000
INNALILAHI, 17 ORANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT BANJIR DAN LONGSOR SUMBAR
Korban banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat bertambah. Hingga Sabtu (9/3/2024) siang, tim gabungan berhasil mengevakuasi 14 korban meninggal dunia.Sementara di Kabupaten Padang Pariaman dilaporkan ada 3 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor, sehingga total sementara ada 17 orang meninggal dunia akibat bencana alam di Sumbar.

Dibantu masyarakat sekitar, tim gabungan berjibaku mengevakuasi korban longsor di daerah Kecamatan Tarusan, Kebupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Korban dihantam longsor sehingga mobil yang dikendarainya masuk ke dalam sungai. Tidak hanya satu mobil, akibat longsor 3 mobil dan satu pengendara motor terseret masuk sungai. 7 orang berhasil dievakusi dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban banjir dan longsor dengan kondisi meninggal dunia. Korban berusia 54 tahun ditemukan meninggal akibat tertimpa longsor. Dengan demikian, korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor ada sebanyak 17 orang, sementara petugas masih mendata korban hilang.

Akses sulit dan jalan sempit menyebabkan petugas kesulitan mengevakuasi korban. Akibat longsor yang terjadi mendadak di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera barat, banyak kendaraan yang terjebak lumpur hingga tak bisa dipindahkan. Kendaraan yang ada di jalan terjebak lumpur saat longsor terjadi, para pengendara kebingunan memindahkan kendaraan yang terjebak.
Saat ini Relawan Rumah Zakat sudah berada di lokasi bencana dan mendirikan dapur umum. Kondisi terbaru dari Dapur Umum Masjid Syuhada di Koto Baru
- untuk kebutuhan air bersih sudah hidup PDAM
- Listrik sudah hidup
- Rumah sudah bersih, warga membersihkan mandiri pakaian dan perabotan
Kebutuhan mendesak :
- Air mineral
- Makanan siap saji
- MPASI
- Higiene kits
Mengapa Sumatera Barat rawan bencana?
Berada di zona subdiksi lempeng Indo Australia ke bawah lempeng Eurasia, hal ini memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera. Hal ini memungkinkan provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah rawan bencana, diantaranya bencana gempa bumi dan tsunami.
Selain itu Provinsi Sumatera Barat rentan terhadap banjir dan longsor karena wilayah ini dilewati oleh Pegunungan Bukit Barisan. Selain itu, rata-rata curah hujan tahunan di wilayah ini termasuk tertinggi di Indonesia.
Pada tahun ini saja sudah terjadi beberapa kejadian, awal tahun banjir dan longsor di kota Padang dan sekitarnya. Dan yang terbaru di penghujung tahun yaitu erupsi gunung Marapi yang menyebabkan 23 pendaki meninggal dunia serta banjir dan longsor di Maninjau Kab. Agam dan Kab. Lima Puluh Kota.
Oleh karena itu kepedulian kita terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan semua pihak harus ditingkatkan untuk meminimalkan risiko.
Bersama dengan unsur masyarakat lainnya Rumah Zakat berusaha hadir ketika terjadi bencana. Melalui Tim Relawan Rumah Zakat Action bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak termasuk Basarnas, BNPB, BPBD, PMI beserta dinas-dinas terkait.
Support Dapur Umum, bantuan logistik untuk penyintas, evakuasi, bantuan insfrastruktur, dan pos hangat serta pos segar aktivitas giat yang di lakukan oleh tim relawan.
Info Terbaru
Belum ada informasi terbaru untuk program ini.
Donatur
Program Terkait
