3 P DALAM KOMUNIKASI YANG MEYAKINKAN PUBLIK

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Oleh: Endy Kurniawan

Apa saja yang orang lain ingin dengar tentang Anda dalam waktu yang singkat? Misalkan dalam waktu 3 bulan menjelang pemilihan (pilkada misalnya, atau masa jelang pemilihan ketua organisasi). Bagaimana Anda menyampaikan pesan secara tepat agar mereka memahami Anda sepenuhnya, bahkan berkomitmen untuk mendukung setelah Anda sentuh akal dan hatinya? 3 bulan atau 3 menit sama krusialnya. Ada kaidah penyampaian yang sama.

Dalam waktu panjang tak berbatas, kita bisa leluasa mengkomunikasikan siapa diri kita. Tapi dengan limitasi waktu, kita perlu strategi. Sebelum melangkah kesana, bahan baku personal brandingnya perlu ‘selesai’ dulu : yaitu tentang KOREO (konsistensi-relevansi-orisinalitas) – baca pembahasannya disini : http://www.endykurniawan.com/prinsip-koreo-dalam-membangun-personal-branding/. Setelahnya, kita bahas 3P-nya yaitu :

1. Profile. Ini jelas yang orang ingin tahu tentang Anda pertama kali. Panjang? Pendekkan. Cari yang berhubungan dengan karakteristik publik yang hendak Anda yakinkan. Jika publik menghendaki ‘teman’ maka tampil hangatlah. Jika publik menginginkan ‘kekuatan’ tampilkan profil diri yang penuh kharisma. Terjemahkan pula profil ke artifak berupa simbol-simbol dan pembawaan. Juga tuangkan dalam video singkat 20 detik, atau foto profil yang relevan. Cari simbolisasi diri yang mudah orang mengerti, lalu sampaikan.

2. Program. Siapkan program dan jabarkan dengan baik. Program boleh indah, tapi bukan janji manis yang tak bisa direalisasikan. Sejahtera atau aman mungkin terlalu sulit dipahami, perlu dijabarkan ke dalam output atau inisiatif yang terukur. Jika sejahtera adalah bahasa yang ‘ketinggian’, ganti dengan 100.000 wirausaha baru atau 1.000.000 pengangguran akan mendapatkan pekerjaan. Jika aman terlalu ‘di awang-awang’, maka ‘20.000 titik surveillance berupa cctv untuk mengamankan warga atau pembangunan pos polisi di 100 titik perempatan’ akan lebih mudah dicerna

3. Promise. Visualkam program dalam bentuk janji, slogan dan semboyan. Ketika menyebutkan 1 program unggulan, sebut saja peningkatan kualitas kesehatan, kirim janji singkat yang membuat publik memahami itu sekaligus memperkuat branding si penyampai pesan. “Satu bayi lahir selamat, satu generasi tumbuh sehat, satu mimpi terwujud untuk kota Sukabumi” bisa jadi tagline soal kesehatan. Janji tentang kartu dan tol laut melekat ke Presiden Joko Widodo karena orisinal dan terus dikomunikasikan. Janji tentang Bandung kota kreatif melekat pada Ridwan Kamil melalui slogan Bandung Juara. Jawa Barat punya tagline Jabar Kahiji untuk sebuah janji prestasi dan kemajuan ekonomi.

Dalam komunikasi publik yang bersifat verbal, tatap muka dan dengan waktu pendek, penggalan informasi berupa profile, program & promise harus dideliver dalam efektif : “Saya Untung, lahir di kota ini, saya maju untuk memimpin kota karena sedih angka kematian bayi tinggi. Bapak saya petani dan ibu saya bidan. Saya lihat sedihnya ibu jika membantu bayi yang lahir tak tertolong. Tekad saya SATU RT – SATU BIDAN & DUKUN KELAHIRAN YANG TERLATIH. Saya meminta dukungan untuk menyelamatkan anak-anak kota ini”. Kalimat itu disampaikan dalam berbagai bentuk komunikasi publik, pesan di rilis media, konten di media luar ruang, bunyi twit dan posting di media sosial, saat debat publik, dan seterusnya. 3 bulan atau 3 menit sama krusialnya. 3P adalah kaidahnya.

Sumber: endykurniawan.com

Tags :
Donation Confirmation