ANAK JUARA TURUT RAMAIKAN ACARA PERINGATAN HARI KUNJUNG PERPUSATAKAAN

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

RZ LDKO CilegonSURABAYA. Minat baca masyarakat dari waktu ke waktu terus mengalami perbaikan. Namun belum berimbas kepada peningkatan jumlah pengunjung ke perpustakaan. Salah satu penyebabnya karena meluasnya penggunaan internet. Masyarakat gemar membaca melalui buku atau bacaan digital.

Hal itu diungkapkan Pustakawan Yayasan Pengembangan Perpusatakaan Indonesia (YPPI) Dicki Agus Nugroho di sela Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan di Perpustakaan Bank Indonesia, Minggu (13/9). Hari Kunjung itu sebenarnya jatuh pada 14 September 2015. “Acara sengaja dimajukan karena dibarengkan dengan weekend. Biar pesertanya ramai,” kata Dicki.

YPPI menerapkan strategi jemput bola untuk menggaet masyarakat agar berkunjung ke perpustakaan. Di lokasi kegiatan, yayasan itu menggelar berbagai kegiatan yang berhubungan dengan buku. Lomba membangun menara buku, permainan domino buku, dan pagelaran dongeng diadakan untuk menampung pengunjung anak-anak tidak terkecuali anak-anak juara binaan RZ Surabaya. Sementara para dewasa bisa mengikuti bedah buku dan membaca massal buku.

Sebagian besar penggunjung berasal dari kalangan siswa sekolah dasar. Mereka tampak antusias terutama saat mengikuti kegiatan yang bersifat motorik. Menurut Dicki, rendahnya kunjungan, kata dia, juga akibat minimnya informasi alamat perpustakaan. “Kami juga menunjukkan daftar 20 perpustakaan besar yang ada di Surabaya. Biar mereka yang belum tahu menjadi tahu, dan mereka yang lupa segera ingat,” terangnya.

Dari sisi pemerintahan, YPPI menganggap, penggemblengan minat baca buku cukup ampuh. Terutama dengan adanya 700 taman baca baru di tiap kampung dan kelurahan. Karena itu, menurut survei YPPI, angka kunjungan perpustakaan Surabaya relatif lebih baik ketimbang daerah lain di Jatim.

“Di banding Kabupaten Jombang, misalnya, yang kunjungan perpustakaannya turun lumayan banyak. Pemerintahan, diakui atau tidak, memang ikut berperan dalam hal ini,” lanjutnya.

Selain acara ini, YPPI juga mendorong pengajar di lembaga pendidikan agar mendekatkan muridnya pada buku melalui perpustakaan sekolah. Agar menarik, ruang baca itu harus dibikin nyaman dan koleksi bukunya harus diperbaharui. Kepedulian guru, menurut YPPI, menduduki peringkat penting dalam peningkatan minat baca anak.

Dicki melanjutkan, dari sisi internal, petugas perpustakaan juga harus memberi pelayanan menyenangkan. Sebab, tanpa itu, kecenderungan pengunjung untuk kembali ke perpustakaan tersebut sangat minim. Sebagain contoh, perpustakaan Bank Indonesia yang menyediakan ruang sejenis cafe bagi pengunjung. “Kreativitas pengelolaan perpustakaan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi para pustakawan,” tandasnya.***

Newsroom/Adhe Andhika
Surabaya

Tags :
Donation Confirmation