BERLATIH DAN BERWIRAUSAHA DENGAN SABLON

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

<b>CIREBON.</b> Walaupun teknologi digital printing seolah menjadi ancaman di dunia percetakan namun semangat wirausaha Kayun (42) di bidang sablon tak jua luntur. Hingga kini dia tetap optimis menekuni dan menularkan ilmunya. Oleh karena itulah kala Rumah Zakat Indonesia (RZI)  memintanya untuk membagikan ilmu cetak sablon kepada tujuh relawan dan masyarakat di wilayah binaan atau Intergrated Community Development (ICD) Pulobaru, Kayun dengan senang hati melakukannya.<br>

Pelatihan tersebut rutin diselenggarakan dua kali dalam satu minggu. Mereka terlihat sangat antusias untuk menggeluti dunia yang diakui baru pertama kali dimasuki. Salah satunya adalah Arif (21). Relawan Rumah Zakat yang masih tercatat sebagai salah satu mahasiswa perguruan tinggi itu mengaku sangat menyukai ketrampilan sablon.<br>

”Saya melihat sablon ini masih memiliki peluang pasar yang besar jika kita serius untuk menekuninya. Saya juga sangat menyukai keterampilan ini karena membutuhkan kreativitas yang tinggi,” ujarnya.***<br><br>

<i>Newsroom/Alamsyah Nuruzzaman</i><br>Cirebon

Tags :
Donation Confirmation