BERQURBAN UNTUK DEKAT DENGAN ALLAH

                      

Waktu masih duduk di bangku kuliah, saya memiliki seorang sahabat yang sangat akrab. Kami bermain dan belajar bersama. Dia sangat pintar dan aktif dalam berdakwah. Kesulitan materi yang diderita keluaga tak pernah menghalanginya untuk terus berkarya. Sebanyak apapun aktivitas di luar kampus, nilai-nilai mata kuliahnya tak jua beranjak dari huruf A, kecuali untuk Bahasa Inggris.

Pada suatu hari, menjelang Idul Adha, dia ingin menjual komputer kesayangannya. Mendengar hal itu, saya sangat kaget sekali. Pasalnya, sahabat saya itu sangat membutuhkan perangkat tersebut untuk membuat tugas kuliah dan juga mencari uang tambahan. Ya, dia adalah seorang penulis yang cukup handal. Berbagai karyanya dipuji oleh para dosen dan mampu menghasilkan jutaan rupiah.

Adapun alasan dari tindakan ekstrim tersebut adalah karena beliau ingin membeli hewan qurban yang akan di sembelih saat Idul Adha nanti. Saya pun heran. Mengapa keinginan untuk berkurban membuatnya mengorbankan barang termahal yang ada di rumahnya? Bukankan berqurban itu hukumnya sunnah muakad? Itupun hanya berlaku bagi mereka yang mampu.

Teman saya hanya tersenyum sesaat. Kemudian dia pun mulai menjelaskan. ”Saya ingin dekat dengan Allah. Jika Nabi Ibrahim saja rela mengorbankan putera tercinta Ismail AS, kenapa saya tidak bisa mengikhlaskan barang kesayangan saya sendiri. Lagipula yang namanya rezeki itu datangnya dari Allah. Sebab, Allah itu somad. Artinya, Dia lah tempat meminta. Jadi kalau mau meminta rezeki yang banyak, dekat-dekatlah dengan Allah”.

”Berqurban tidaklah memandang kaya atau miskin. Selama kita masih mampu maka harus dikerjakan. Jangan memandang harta dari perspektif manusia. Yaitu ketika kita mengorbankan kekayaan maka ia akan habis dan kita pun menjadi miskin,” ujar sahabat terbaik saya itu.

Dan dia tidak main-main. Dengan bantuan seorang teman, dia berhasil menjual komputernya senilai Rp. 1 juta. Dari uang itu, ia bisa membeli kambing dari golongan yang amat baik.

Allah SWT memang tak akan mengabaikan hamba yang ingin senantiasa berdekatan denganNya. Sahabat saya itu akhirnya lulus dengan predikat summa cum laude dan skripsinya di beli sebuah perusahaan senilai Rp. 6 juta. Dengan uang itu ia bisa membeli komputer baru dan membantu perekonomian keluarga kembali.

Saat ini sahabat saya itu sudah bekerja sebagai supervisor di sebuah perusahaan swasta. Dengan penghasilannya kini, keuangan keluarga bukanlah masalah lagi. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, dia pun akan kembali menjalani ibadah qurban agar selalu dapat berdekatan dengan Sang Pencipta.

 

Tags :
Donation Confirmation