DARES, GULA NIRA KELAPA PRODUK ANDALAN DESA BERDAYA GUMELEM KULON

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

BANJARNEGARA. (24/11). Dares : Gula Nira Kelapa, produk olahan dari nira kelapa yang menjadi produk andalan desa berdaya Gumelem Kulon mulai dikenal luas. Tren masyarakat yang mulai mengubah pola hidup mereka mengarah pada konsumsi yang berbasis pada makanan alami menjadikan konsumsi gula kelapa dalam bentuk kristal/serbukpun meningkat.

Gula kelapa yang pada mulanya hanya mengenal satu bentuk yaitu gula cetak berbentuk bumbung maupun dakon kini mulai merubah diri menjadi gula kristal/serbuk.

Inilah kelompok pengrajin gula kelapa yang tergabung dalam wadah kelompok tani Maju Lestari yang berkedudukan di RT 01 RW 07 desa Gumelem Kulon, kecamatan Susukan Banjarnegara. Sejak 4 tahun yang lalu sudah menginisiasi para pengrajin gula kelapa untuk merubah bentuk gula dari bentuk cetak pada bentuk kristal atau serbuk.

Ada yang menarik dari perubahan bentuk gula ini terutama bagi para konsumen, pertama gula kristal/serbuk lebih kering sehingga menjadi lebih tahan lama, kedua lebih bersih dan higienis karena hanya nira yang berkualitas bagus yang bisa dibuat gula kristal/serbuk.

Ketiga terbebas dari unsur kimia atau bahan pengawet,karena dalam proses pengolahan tidak mengunakan bahan kimia baik dalam pengolahan produk maupun kebun kelapanya, keempat mudah dan praktis dalam menyajikan karena sudah dalam bentuk serbuk.

Kelompok Tani Maju Lestari yang resmi berdiri sejak setahun yang lalu diprakarsai oleh 3 orang yang merupakan keluarga Penderes (Sarwin,Rudino dan Waryo) lahir dari sebuah keperihatinan, melihat regenerasi di semua sektor pertanian sangat minim, terutama generasi Penderes.

Hal inilah yang medorong pemikiran untuk mendirikan sebuah lembaga yang bisa mengakomodasi keluh kesah warga Penderes. Ternyata faktor hargalah yang menjadikan para petani susah membuat generasi. Rantai penjualan yang terlalu panjang,praktek tengkulak yang selama ini menjadi ayah atau ibu mereka yang belum bisa menjadi solusi keterpurukan petani.

Dengan mengambil masukan dari berbagai pihak dan menghubungi teman-teman yang punya pengalaman di bidang produksi dan penjualan akhirnya pada awal januari 2017 kelompok tani Maju lestari didirikan dengan modal alakadarnya.

Bersyukur sampai sat ini kelompok tani makin eksis denagn anggota aktif 44 orang dan anggota non-aktif yang hanya menjual hasil produknya ada 100 orang. Pertemuan rutin kelompok tani juga konsisten dilakukan sebulan sekali guna mengecek hasil transaksi, kualitas produksi dan berbagai kegiatan dalam rangka penguatan kelembagaan.

Bantuan dari berbagai pihak terutama pihak pembeli yaitu CV.Pondok Daya dengan berbagai macam fasilitas produksi tentunya sangat membantu kelancaran usaha kelompok tani.

Rumah Zakat yang fokus di bidang pemberdayaan masyarakat juga selama setahun ini terus mendampingi terutama untuk fasilitator produksi di tingkat petani.

Kesempatan yang sangat jarang juga sudah mulai kita jumpai, ketika pada hari Sabtu, 24 November 2018 rombongan dari Pegawai Indakop Propinsi Jawa tengah mampir ke pusat koperasi di wilayah kecamatan Susukan ternyata produk olahan gula kristal dari kelompok tani Maju Lestari diborong habis. Ternyata karena kita kurang bergaul saja selama ini sehingga produk yang sudah melanglang buana justru di dalam negeri banyak yang belum kenal.

Harapan kedepan dengan semakin besarnya permintaan barang untuk penjualan luar negeri dan dalam negeri maka kapasitas produksi harus juga ditingkatkan dengan penambahan berbagai fasilitas terutama rumah produksi dan gudang.

Newsroom
Qsha Shabrina/Abdullah Tsabit

Tags :
Donation Confirmation