Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

PALU. (03/10) Lima hari pasca gempa dan tsunami yang melanda kota palu, tim relawan Rumah Zakat bergabung dengan Basarnas untuk melakukan evakuasi di kawasan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ditengah matahari yang terik semangat Relawan tak surut sedikitpun dalam mencari, membantu dan mengevakuasi para korban.

“Kali ini kita akan mencari dan mengevakuasi korban, di daerah petobo bersama tim Basarnas, meski cuaca sangat panas,kita tetap semangat,itulah tujuan kami berada disini”. Ungkap Nurmansyah Relawan Rumah Zakat.

Proses evakuasi korban difokuskan di kawasan Petobo karena kawasan tersebut termasuk pada 3 kawasan yang mengalami kerusakan terparah saat gempa dan tsunami melanda kota palu.

“Kami menurunkan tim disini, karena tempat ini termasuk tempat terparah, dan disini bukan tsunami,tapi tanah yang terlihat seperti air yang mengalir dan menghantam bangunan disekitar sini”. Ujarnya.

Keringat yang menetes ditubuh para relawan dan sar tak sia-sia. Satu persatu jenazah korban ditemukan, bau busuk menyengat tidak patahkan semangat relawan untuk terus mencari dan mengevakuasi korban.

“Kita sudah menemukan satu lagi disini,dan diduga masih banyak korban yang tertimbun disini,kita akan terus mencari,” tambahnya.

Diduga masih banyak korban yang tertimbun, mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan yang memiliki penghuni cukup banyak.

“Ada beberapa target kita,namun akses kita sulit, kita harus menunggu tanah ini habis dulu,baru kita bisa cari dan evakuasi korban yang tertimbun”. Tambahnya.

Hingga saat ini sudah lebih dari 1.300 korban yang meninggal akibat gempa dan tsunami yang melanda kota Palu, Sulawesi Tengah.

Newsroom
Candra Kurnia / Lailatul Istikhomah