EFEK BERBAHAYA DARI STRESS

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

5-efek-berbahaya-jika-kamu-terlalu-sering-stresHampir semua orang pernah mengalami stres dan depresi. Bagi beberapa orang, stres bisa diatasi dengan mudah dan tidak berdampak apa-apa buat kesehatannya. Tapi, bagi beberapa orang lainnya, stres bisa sangat berbahaya buat kesehatan dan mengancam jiwanya. Ketika sedang stres, otak akan melepaskan Hormon Adrenalin dan Kortisol. Hormon Adrenalin meningkatkan denyut jantung sedangkan Hormon Kortisol menaikkan gula darah.

Dikutip dari laman dailymail.co.uk, ketika denyut jantung meningkat dan gula darah naik akibat stres, ini sangat berbahaya buat kesehatan. Bahaya tersebut akan semakin meningkat di saat stres yang dialami terjadi terlalu sering. Adapun bahaya yang terjadi akibat stres yang terlalu sering antara lain adalah sebagai berikut.

Risiko Kanker
Penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa efek berbahaya dari stres adalah risiko kanker. Stres kronis atau depresi bisa meningkatkan risiko kanker hingga 30 persen. Selain memicu dan meningkatkan kanker, stres bisa menghambat kinerja sistem imun, menurunkan daya tahan tubuh dan mempermudah bakteri serta kuman merusak kesehatan fisik maupun psikis.

Risiko Jantung

Karena Hormon Adrenalin terlepas dan denyut jantung meningkat, tentunya ini bisa sangat berbahaya buat kesehatan jantung. Chauncey Crandall, MD, profesor ahli jantung mengungkapkan jika stres adalah penyebab utama risiko jantung. Ketika seseorang sedang stres, pikirannya senantiasa diselimuti rasa cemas. Kemungkinan besar, pola makan dan pola hidupnya menjadi berantakan saat cemas. Inilah yang nantinya meningkatkan risiko jantung dan penyakit mematikan lainnya.

Sistem Pencernaan Terganggu
Banyak pasien yang mengalami gangguan sistem pencernaan mengaku merasa stres dan depresi sebelum sakit. Di Amerika dan Inggris, hampir setengah pasien yang menderita masalah pada sistem pencernaan adalah pasien yang sering dan mudah stres selama hidupnya. Umumnya, masalah pencernaan yang kerap menyerang akibat stres adalah maag, usus buntu dan infeksi saluran pencernaan.

Rambut Rontok
Pada dasarnya, masalah rambut rontok dialami oleh semua orang. Tapi, masalah rambut rontok yang parah umumnya dialami oleh orang-orang yang sering merasa stres dan depresi. Kenapa kondisi ini bisa terjadi? Jadi begini, saat seseorang sedang stres, sel darah putih di tubuhnya menyerang folikel rambut, suhu otak lebih panas, tegang, cemas atau frustasi. Dengan kondisi ini, rambut akan mudah rontok, patah, tidak tumbuh dengan baik, kusam serta kering.

Masalah Berat Badan
Efek berbahaya dari stres selanjutnya adalah masalah berat badan. Orang-orang yang sedang dan sering dilanda stres akan lebih mudah gemuk atau berat badannya naik. Bisa juga, orang tersebut akan lebih mudah kurus atau berat badannya turun secara drastis. Stres mendorong seseorang mengalami peningkatan nafsu makan atau sebaliknya, mengalami penurunan nafsu makan.

Itulah beberapa efek berbahaya dari stres. Jika tak ingin mengalami bahaya di atas, pastikan untuk menjadi pribadi yang tenang dan sabar serta jauh dari stres. Seberat apapun masalah yang sedang dihadapi, percayalah itu semua bisa diatasi dengan baik. Penting untuk selalu menerapkan pola hidup sehat agar bisa terhindar dari risiko stres maupun depresi.

Sumber: vemale.com

Tags :
Donation Confirmation