HUKUM MENYEGERAKAN DISTRIBUSI ZAKAT

Oleh Kardita Kintabuwana, Lc, MA

Dewan Syariah Rumah Zakat Indonesia

Assalamu’alaikum. Saya hendak bertanya. Kantor saya berusaha untuk memberikan zakat sebesar 2,5% dari gaji karyawan. Tetapi sudah beberapa bulan ini, zakat tersebut belum terdistribusikan. Apakah hukumnya tidak menyegerakan distribusi zakat tersebut? Terima Kasih.

Ahmad Yani,

Bandung

Sobat Ahmad Yani yang budiman, perlu dijelaskan beberapa hal untuk menjawab pertanyaan saudara:

1.      Perlu dibedakan antara zakat perusahaan dan zakat penghasilan/gaji karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan.

2.      Zakat perusahaan adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh pemilik perusahaan tersebut setiap tahunnya, apabila kekayaan perusahaan telah mencapai nishabnya setara 85 gram emas murni sesuai dengan ketentuan zakat perdagangan/perusahaan dengan kadar 2,5%.

3.      Sedangkan zakat penghasilan/gaji karyawan adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh karyawan yang bersangkutan setiap kali dia menerimanya (sering disebut zakat profesi) apabila telah mencapai nishabnya setara 520 kg beras dengan kadar 2,5%. Sebaiknya zakat dikeluarkan dari penghasilan kotor (bruto) menurut Prof. DR. Yusuf Qardhawi. Tetapi tidak apa-apa kalaupun kita keluarkan dari penghasilan bersih (netto). Adapun kalau perusahaan ingin memotong gaji karyawan untuk zakat sebelum ditransfer atau diberikan kepada karyawan yang bersangkutan setiap bulannya maka hal itu dibolehkan asalkan telah mendapat persetujuan dari karywan yang bersangkutan. Sekali lagi zakat gaji karyawan adalah kewajiban setiap karyawan bukan kewajiban perusahaan.

4.      Para ulama mengatakan bahwa distribusi zakat kepada mustahik/yang berhak menerima zakat perlu disegerakan dan jangan ditunda-tunda karena kebutuhan mustahik terhadap harta tersebut, kecuali ada alasan kemashlahatan dalam penundaannya. Hukum penundaannya hanya makruh saja.

Wallahu a’lam bi ash-shawab

 

 

Tags :
Donation Confirmation