JATUH KE PEMBAKARAN, BOCAH INI ALAMI LUKA BAKAR PARAH

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

RZ LDKO CilegonPEKANBARU. “Hari ini ada tetangga saya yang bekerja di laundry menelpon kalau adiknya, Reza, siswa kelas 6 SD sedang dalam kondisi sakit,” ucap Emi Susanti, Kepala cabang Klinik RBG Pekanbaru.

Menggunaan layanan Ambulance Gratis dari RZ, Reza dijemput dari kediamannya untuk diperiksa kesehatannya di Klinik RBG RZ Pekanbaru.

Senin (07/09). Reza, bocah kelas 6 SD yang sudah yatim semenjak usia lima bulan didalam kandungan ibunya ini mengalami luka bakar dibagian kaki, tangan dan punggungnya. Saat bermain, Reza terjatuh ke dalam tempat pembakaran sampah tepat pada sampah plastik/ban yang sedang terbakar. Reza langsung dirujuk ke RSUD.

Di RSUD, Reza diminta untuk menjalani rawat inap. Tagihan awal saja sudah hampir satu juta rupiah. Ibunya tidak bisa mengurus BPJS dikarenakan Kartu Keluarga dan surat lain-lain belum diperpanjang semenjak tahun 2006. Dengan terpaksa, ibunya yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci ini membawa pulang anaknya.

Seminggu berlalu, hari Selasa (15/09) Reza kembali dibawa keklinik RBG, kami mendapati Reza dalam kondisi sangat memprihatinkan, Luka bakar 35% grade 2-3, infeksi sekunder, dan selama ini seluruh lukanya diperban sendiri oleh ibunya.

Kesimpulan dokter Hirsa yang pada hari itu bertugas di Klinik Pratama Rbg RZ, Reza harus dirawat di Rumah Sakit. Pada saat menyampaikan hal tersebut kepada ibunya, dengan sedih ibunya hanya bisa berkata “kalau bisa rawat jalan saja kami di Klinik ini”.

dr. Hirsa berusaha menjelaskan kondisi Reza sudah tidak memungkinkan rawat jalan. Namun ibunya bersikeras minta diantar pulang karena memang ketiadaan biaya. Akhirnya Reza diantar pulang.

Sepulangnya Reza dengan diantar menggunakan Ambulance Gratis, Ibu Emi Susanti langsung mencoba menghubungi RS Ibnu Sina Pekanbaru untuk meminta bantuan. “Alhamdulillah pihak RS Ibnu Sina bersedia memberi keringanan biaya dengan plafon 5 juta rupiah dari biaya, sisanya harus dibayar oleh pasien,” tutur Emi.

Reza langsung dijemput kembali dari rumahnya dan langsung diantar ke RS Ibnu Sina. Dengan didampingi Fiona Wendika (Salah satu staf Klinik RBG RZ) kami pun dikejutkan dengan perkiraan biaya yang harus disiapkan.

Karena kondisi lukanya sudah infeksi, diperkirakan Reza harus menjalani rawat inap minimal selama satu bulan bahkan bisa lebih. Dengan taksiran biaya yang tidak sedikit, 30 – 50 juta.

Kami berupaya menghubungi keluarga Ibu Reza, hampir seluruh keluarga yang bisa dihubungi sudah di telpon, namun tak satu orangpun menyanggupi untuk membiayai pengobatan Reza. Mengingat kondisi Reza yang semakin memburuk. kami menyanggupi perawatan Reza.

Semoga Reza segera pulih dan ada yang berdonasi untuk Reza. Pihak Klinik RBG RZ yang merupakan Klinik Bersalin Gratis dari RZ (Rumah Zakat) yang diperuntukan untuk para mustahik zakat. Klinik RBG RZ Pekanbaru yang beralamat di Jl. Nenas No. 11 Sukajadi ini, menghimpun dana bagi siapapun yang ingin berdonasi untuk membantu pemulihan Reza dapat menghubungi RZ atau langsung datang ke Klinik RBG RZ Pekanbaru.***

Newsroom/Relawan RZ
Pekanbaru

Tags :
Donation Confirmation