KERJA DAN HARAPAN

Oleh Achmad Soediro

Dr. Yusuf Qardhawi selalu menempatkan kerja sebagai sebuah syarat utama untuk menjauhkan kemiskinan dari masyarakat. Terlihat cukup berbeda bila dibandingkan dengan banyak dari kita yang berfikir bahwa instrument lain yang cair seperti zakat, infaq dan shadaqah adalah instrumen utama dalam simfoni yang berjudul gusur kemelaratan. Dan dalam dekade ini istilah ziswaf (zakat, infaq, shadaqoh dan waqaf) begitu maraknya jadi perbincangan dalam banyak forum oleh mereka yang peduli akan penyelesaian masalah sosial dengan pendekatan ideologis filantropi keislaman. Ziswaf juga sudah masuk dalam perbincangan dan pembahasan dalam ranah politik dengan beberapa hasil berupa regulasi dalam hal ini. Namun kita harus yakin bahwa semua arus ini akan selalu bermuara kepada agenda-agenda penegakan kembali
kaki-kaki nafkah umat yang kini tersimpuh layu.

Bekerja adalah ejawantah dari tugas utama makhluk, terutama manusia yang merupakan wakil Allah SWT di bumi ini. Kekhalifahan manusia di bumi merupakan amanah yang berisikan aksi nyata dan bukan berdiam diri. Fungsi kekhalifahan manusia adalah fungsi pemakmuran dan hal itu juga tidak akan terjadi dengan berdiam diri, sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Allah dan pernah diajarkan oleh Nabi Saleh a.s kepada kaumnya, QS. Hud ayat 61, “Wahai Kaumku!sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan, melainkan Dia. Dia telah menciptakan kamu dari tanah (liat) dan menjadikan kamu sebagai pemakmurmu”. Lebih jauh Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mulk ayat 15, “Dialah yang menjadikan bumi itu rumah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian rizki-Nya”. “Berjalanlah disegala penjuru..” adalah perintah untuk beraksi bagi manusia. Perintah untuk selalu bergerak, karenasecara alamiah manusia memang diharuskan untuk selalu bergerak.

Asupan makanan yang kita konsumsi setiap hari tidak akan pernah terserap sempurna tanpa ada gerak tubuh baik internal maupun eksternal. Darah yang dalam tubuh ini tidak akan pernah bisa mengalir ke seluruh bagian tubuh tanpa ada gerak atau kerja kerja otot jantung dan lain sebagainya. Intinya, sadar ataupun tidak sadar, perintah Allah SWT tersebut harus tertunaikan, yaitu bekerja. “Bekerjalah kamu maka Allah, Rasull dan orang mukmin akan melihat…”, “Bila selesai satu pekerjaan maka bersiapalah pada perkerjaan lainnya…” dan masih banyak lagi ayat ayat dan hadist serta kebijakan para ulama yang seharusnya menyadarkan pada manusia akan keharusan untuk bekerja. Apabila organ dalam tubuh ini sudah memberikan contoh akan kerja yang tiada henti, maka sindiran yang bagaimana lagi yang bisa menyadarkan kita?

Bukankah muslim yang kuat lebih Allah cintai dari pada yang lemah? Dan kekuatan itu adalah bahan bakar bagi tugas tugas besar yang akan tertunai dengan bekerja. Kekuatan itu bisa jadi adalah harta, ilmu, dan kekuatan fisik, tapi sadarlah bahwa kekuatan yang paling besar adalah kekuatan harapan yang akan selalu menggerakkan otot fisik dan otot mental untuk terus bergerak. Mereka yang selalu bersandar pada-Nya, adalah mereka yang tidak pernah memadamkan harapannya. Maka alangkah indahnya kerja-kerja kita yang selalu berserah akan hasil kepadaNya. Dia yang telah menugaskan kita untuk bekerja dan Dia pula yang telah memberikan bahan bakarnya. Dan tiadalah lagi alasan untuk bermalas, tiada lagi pula alasan untuk berlemah diri dalam menafkahi. *Selamat tahun baru 1432H dan 2011, dan berbahagialah mereka yang selalu menempatkan harapannya dalam seluruh kerja kerjanya.

Tags :
Donation Confirmation