KISAH ISNONO PENGUSAHA BUBUR KACANG HIJAU

KEDIRI. Isnono (27), yang disapa Pak Nono sapaan akrabnya ini berwirausaha bubur kacang hijau di Jalan Tambangan Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri. Dia sudah bergelut dengan usahanya ini sejak dari tahun 2011.

Ia berjualan karena harus menjadi penopang ekonomi keluarga semenjak memberanikan diri menikah dengan istrinya Khotimah. Selain berwirausaha bubur kacang hijau, ia juga mempunyai seorang karyawan untuk berjualan ‘Kentucky’. Usaha bubur kacang hijaunya dikelola oleh istrinya.

Bahan baku pembuatan bubur kacang hijau dibelinya di pasar Ngadiluwih. Hasil produksi bubur kacang hijaunya sebelum mendapatkan bantuan sarana usaha hasil penjualannya 30 porsi/hari dengan harga Rp 2.000/porsi. Sehingga usaha bubur kacang hijaunya beromset sebesar Rp 1.560.000/bulan dengan margin Rp 650.000 dan THPnya sebesar Rp 650.000.

Setelah mendapat bantuan sarana dan setting tempat berjualan kini usahanya ada peningkatan yaitu dari 55 porsi/hari dengan harga Rp 2.000/porsi, sehingga usaha bubur kacang hijaunya sekarang beromset sebesar Rp 2.860.000/bulan dengan margin Rp 1.005.000 dan THPnya sebesar Rp. 1.005.000. Dilihat dari THPnya sebesar itu maka ia belum mampu untuk menabung untuk perkembangan usahanya. Ia berencana kedepannya menginginkan usahanya berkembang dengan mencoba membuka cabang lagi di tempat lain dengan memanfaatkan gerobak lama yang sudah dipercantik lagi. Ia pun bercita-cita ingin sekali dengan usahanya yang semakin berkembang ini bisa naik haji bersama istrinya.***

Newsroom/Cecep Lubis Hidayatulloh
Kediri

Tags :
Donation Confirmation