KURANGI KONSUMSI MAKANAN PEDAS

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Makanan serba pedas adalah salah satu selera kuliner masyarakat Indonesia. Menyantap makanan pedas memang punya kenikmatan tersendiri ketimbang makanan yang tidak pedas. Namun, tahukah Anda ada saatnya kita harus menyetop konsumsi makanan pedas?

Di balik kenikmatannya, kuliner yang pedas juga membawa efek samping bagi tubuh. Terlalu banyak makan pedas bisa menyebabkan timbulnya jerawat sampai gastritis. Dilansir di Insider, berikut sinyal yang diberikan tubuh sebagai tanda Anda harus menyetop makan makanan pedas.

Perut seperti terbakar

Rasa perut panas seperti terbakar terjadi ketika aliran asam di perut berbalik menuju ke arah saluran makan. Akibatnya rasa panas dialami di sekitar perut dan dada. “Lada pedas, kari pedas, dan masakan pedas lainnya memicu getah perut berbalik ke esofagus yang menyebabkan rasa terbakar,” ujar dokter Janette Nesheiwat.

Selain itu, makanan pedas mengandung apa yang disebut capsaicin. Capsaicin mampu memperlambat pencernaan. Oleh karena itu makanan bertahan lebih lama di perut yang meningkatkan risiko rasa terbakar.

Timbul jerawat

Bahan-bahan yang membawa rasa pedas bisa menjadi pemicu munculnya iritasi di kulit termasuk jerawat. Setelah mengonsumsi makanan pedas, suhu tubuh naik dan memproduksi keringat. Keringat itu memicu keluarnya minyak lewat kulit. Menurut dermatologis Rebecca Tung, ketika kotoran dan bakteri terperangkap dalam minyak maka saat itulah jerawat dan masalah kulit lainnya muncul.

Sering buang air besar

Diare bisa disebabkan makanan yang mengandung minyak, bahan artifisial, dan bumbu-bumbu. Umumnya bumbu yang pedaslah yang menyebabkan diare. Capsaicin yang terdapat di makanan pedas bisa mengiritasi usus. Bukan tidak mungkin kondisi tersebut membuat sistem pencernaan bermasalah.

Nafas bau

Salah satu penyebab bau nafas adalah konsumsi bawang putih. Akan tetapi, makanan pedas juga bisa menjadi biang keladi nafas tak sedap. Bau nafas itu muncul karena ada ketidakberesan pada sistem pencernaan. Ketika perut seseorang seperti terbakar, getah perut akan menuju esofagus dan menghasilkan gas yang bau.

Gejala gastritis

Gastritis terjadi ketika perut mengalami inflamasi, salah satunya akibat makanan pedas. Sebagian pasien gastritis merasakan sakitnya secara tiba-tiba dan sementara. Jangan remehkan gejala seperti mual, muntah, dan perut terasa penuh setelah makan. Untuk menghindari sakit yang lebih parah, singkirkan menu pedas dari piring makan Anda.

sumber : republika.co.id

Tags :
Donation Confirmation