LANSIA BERDAYA DENGAN PONDOK LANSIA BERKARYA

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

PACITAN. Kepikunan identik dengan lansia secara umum, namun tidak demikian bagi mbah Tatik panggilan akrab mbah Sri Hartati. Nenek yang berusia 70 tahun lebih ini, mengisi waktu-waktu setiap harinya dengan terus berkarya.

Senin (05/11), Fasilitator Desa Berdaya Dian Susana bersilaturahim ke rumah mbah Tatik yang hidup sebatang kara. Bada shalat Isya mbah Tatik baru bisa ditemui disela sela aktivitasnya bersama para lansia yang lain. Rumah mbah Tatik yang berukuran kurang lebih 6 m X 12 m, disulap menjadi rumah inspirasi PONDOK LANSIA BERKARYA.

“Fokus kegiatan dari pondok lansia berkarya ini adalah, membuat kerajinan tangan rajut. Dengan merajut dan mengembangkan model, maka otak akan terus bekerja, ketika otak bekerja, kita akan produktif dan kepikunan tertunda,” ujar mbah Tatik.

Ketika memasuki rumah mbah Tatik, di dalam sebuah ruangan, Fasilitator Desa Berdaya Ngadirojo Pacitan disuguhi pemandangan hasil karya rajutan keterampilan tangan (tas rajut, dompet, vas bunga, dll). Pondok Lansia Berkarya beranggotakan 6 orang. Meskipun belum memiliki jadwal rutin berkarya dipondok lansia berkarya, namun para lansia terus berkarya di rumah masing masing.

Mbah Tatik sebagai motor penggerak para lansia mengucapkan terima kasih banyak mewakili para lansia kepada Rumah Zakat yang sudah mensupport memberikan stimulan, sehingga para lansia semakin semangat untuk berkarya.

“Alhamdulilah saya bersyukur ada Rumah zakat yang memberikan stimulan, semoga support Rumah Zakat terus berlanjut,” ujar mbah Tatik.

Newsroom
Lailatul Istikhomah

Tags :
Donation Confirmation