[:ID]LAYANAN KESEHATAN UNTUK WARGA TERDAMPAK GEMPA LOMBOK[:en]MEDICAL ASSISTANCE FOR VICTIMS OF LOMBOK EARTHQUAKE [:]

[: ID]LOMBOK. “Daerah kami seperti terlupakan oleh trending topik hancur nya Lombok Utara, sehingga bantuan hanya melewati kawasan desa ini, jangankan untuk memberi bantuan, singgah pun tidak,” ujar Amir, Kepala Dusun Medas, Wagon Desa Kec. Gunung Sari, Lombok Barat.

Dusun Medas adalah salah satu wilayah yang terdampak oleh gempa namun terlupakan oleh perhatian khalayak ramai. Di desa ini belum ada bantuan pangan dan logistik baik dari pemda maupun lembaga lain. Warga pun terpaksa mengungsi di lahan terbuka dengan mendirikan tenda swadaya dari terpal milik mereka sendiri dengan segala keterbatasan.

Tim Medis Rumah Zakat yang terdiri dari 5 orang, 1 diantaranya dari tenaga medis Angkatan Darat Nusa Tenggara Barat pada Selasa (07/08) langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pelayanan medis kepada 110 pasien, banyak warga mengeluhkan nyeri badan, hal ini dikarenakan kondisi pengungsian yang sangat tidak layak.

“Hanya 1 terpal sebagai atap, dan alas tidur seadanya. Tidak ada terpal pengganti dinding, ini sangat tidak layak apalagi banyak balita dan bayi yang ikut mengungsi” ujar Nurmansyah, Relawan Rumah Zakat

Di desa yang di huni oleh 600 KK ini , tercatat 22 orang meninggal serta 120 rumah rusak berat, sementara itu warga sangat membutuhkan bantuan, terutama tenda dan pangan serta kebutuhan logistik.

“Alhamdulilah, Rumah Zakat menjadi lembaga pertama yang hadir untuk memberikan palayanan medis untuk pengungsi disini, Insya Allah dalam waktu dekat kita akan segera buka layanan dapur umum disini,” tambah Nurman

Newsroom
Lailatul Istikhomah[: en]LOMBOK. “Our area is forgotten by the trending topic of North Lombok, so that assistance only passes through this village area, let alone to provide assistance they also did not stop to see our condition,” said Amir, Head of the Medas Hamlet, Wagon Desa Gunung Sari District, West Lombok.

Medas Hamlet is one of the areas affected by the earthquake but forgotten by the attention of public. In this village there is no food and logistical assistance from the local government or other institutions. Residents were forced to evacuate on open land by setting up self-help tents from their own tarpaulin with all the limitations.

Rumah Zakat Medical Team consisting of 5 people, one of them from the West Nusa Tenggara Army medical personnel on Tuesday (07/08) immediately went to the location to provide medical services to 110 patients, many residents complained of body aches, this was due to the refugee conditions that very inappropriate.

“Only 1 tarpaulin as a roof, and makeshift bedding, there is no wall, this is not very feasible especially many toddlers and babies who are displaced, “said Nurmansyah, Rumah Zakat Volunteer

In the village inhabited by 600 families, 22 people died and 120 houses were severely damaged, while residents desperately needed assistance, especially tents, food and logistical needs.

“Alhamdulilah, Rumah Zakat is the first institution that is present to provide medical services for refugees here, Insya Allah, in the near future we will soon open a public kitchen service here,” added Nurman

 

Newsroom

Lailatul Istikhomah[:]

Tags:
Donation Confirmation
en_USEnglish
id_IDBahasa Indonesia en_USEnglish