LIMA BELAS ALASAN MERINDUKAN RAMADHAN

Oleh Zaenal Abidin

Rumah Zakat-Yogyakarta

 

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah walaupun hanya sebentar. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah: Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus. Sesungguhnya, ada di dalam Ramadhan itu:

Gelar Taqwa

Gelar ini adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu. Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (QS. al-Baqarah: 183).

 

Bulan Pengampunan

Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi.

 

Pahalanya Dilipatgandakan

Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda: Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh hingga tujuh ratus lipat gandanya, (HR. Bukhari Muslim).

 

Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu, (HR Muslim).

 

Ibadah yang Istimewa

Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadits qudsinya: Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku, (HR Bukhari Muslim).

 

Dicintai Allah

Bila sudah dekat dengan Allah, meminta apa saja akan mudah dikabulkan. Dilukiskan dalam satu hadits Qudsi: Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya, (HR Bukhari).

 

Pengabulan Doa

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdoa apabila dia berdoa, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku, (QS. al-Baqarah: 186).

 

Turunnya Lailatul Qodar

 Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. al-Qadr). Dikatakan mulia, karena malam itulah awal al-Quran diturunkan dan begitu banyak anugerah Allah berikan.

 

Meningkatkan Kesehatan

Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras.

 

Penuh Harapan Saat Berpuasa

Ketika berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka. Itulah harapan yang terkabul. Begitu juga ketika berharap ingin bertemu dengan Allah, maka puasa kita akan lebih terasa bermakna. Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya, (HR. Bukhari).

 

Masuk Surga Melalui Pintu Khusus

Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup, (HR. Bukhari).

 

Meminum Air Telaganya Rasulullah SAW

Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata: Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa. Beliau menjawab: Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu. Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagaku di mana ia tidak akan haus hingga masuk surga. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

 

Berkumpul Bersama Keluarga

Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. Silahturahim itu dianjurkan Islam sebagaimana dinyatakan hadits: Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi, (HR. Bukhari) .

 

Qaulan Tsaqiilaa

Pada malam Ramadhan disunnahkan untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Quran. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3). Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada awal malam setelah shalat Isya dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Quran secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Quran memang sumber pengetahuan dan ilham.

 

Hartanya Tersucikan

Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka.

Tags :
Donation Confirmation