MAK, JANGAN GANTI BINTANGKU DENGAN TELUR BUSUK

MEDAN. Siapa anak yang tak ingin dapat bintang? Kalau dengan bekal bintang ia bisa jadi juara sekolah? SD Juara Medan biasa memberikan siswa-siswinya reward berupa bintang untuk memacu perkembangan positif siswa dalam segala bidang. Andhita Putri Sianipar adalah salah seorang siswa SD Juara Medan yang ingin menjadi juara. Tanpa kenal lelah, dikumpulkannya bintang-bintang dengan ibadah-ibadah dan kedisiplinannya. Hari ini, tim home visit mengadakan kunjungan ke rumah Andhita yang sederhana, Kamis (12/1). Dalam bincang-bincang ringan, tiba-tiba ibu Andhita berkata, “Cuma bu, saya ingat sekali dengan bu Maharani,” ungkapnya.
 
Bu Maharani adalah salah seorang guru SD Juara Medan yang pada saat itu bertindak sebagai wali kelas Andhita. “Andhita pernah punya bintang yang banyak. Tapi tiba-tiba saja diganti telur busuk sama bu Maharani,” ujar ibunya Andhita sambil menghela napas. Tim berpandangan, semua merasa tegang mendengar perkataan ibunya Andhita. Khawatir ada guru SD Juara Medan yang melakukan kesalahan tak terlupakan oleh orangtua siswa.

“Setiba di rumah, Andhita curhat ke saya. Bu Maharani berkata bahwa siapa yang ibunya tidak sholat, bintangnya diganti jadi telur busuk. Saya merasa malu sekali. Gara-gara saya, dia jadi dapat telur busuk. Bukan cuma sekali, tapi berkali-kali karena saya ‘rutin’ meninggalkan sholat.  Karena itu, saya merasa sangat malu dan jadi rajin sholat. “Itulah bu, pengalaman yang paling saya ingat dengan bu Maharani,” ujar Ibunya Andhita seketika dengan raut ceria.

Tim home visit yang awalnya merasa sangat khawatir, mengelus dada seketika. Takjub dengan usaha bu Rani yang tidak sia-sia. Bersyukur ada seorang guru yang pengaruhnya bukan hanya membuat anak didik dalam kebaikan, namun juga mampu ‘memaksa’ orangtua di rumah rajin beribadah.***

Newsroom/Eka Diyah Ardiyati
Medan

Tags :
Donation Confirmation