MELIHAT KE DALAM DIRI

Oleh: Adri Yanto

 

Melihat kepada diri sendiri memang sangat sulit. Yang gampang dilakukan adalah melihat kelebihan atau kekurangan orang lain dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu. Tapi yang sangat penting untuk diingat, lihatlah diri sendiri sebelum menilai orang lain.

Di Amerika, mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi sehingga orang tua di sana mempunyai kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Biasanya mereka akan bilang, “Kamu sudah umur 10 tahun masih seperti ini. Dulu Lincoln umur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua dan mencari uang sendiri. Kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu.” Anaknya yang mendengarkan berkali-kali akhirnya berpikir dan berkata, “Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?”

Ini adalah sebuah cerminan bagi kita. Kita sering memarahi seseorang dan membandingkannya dengan orang yang lain. Kadang kita berkata, “Coba lihat karyawan perusahaan A, mereka pintar bisa begini dan begitu.” Tetapi kita lupa bahwa di perusahaan tersebut gajinya jauh lebih tinggi. Jadi ada kebiasaan, kita sering menyalahkan orang, kemudian diikuti oleh perkataan, “Kamu kok tidak bisa seperti ini?” Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik bosnya atau tidak sebaik dengan perusahaan yang dibandingkan tersebut.

Maka kita harus reinstrospeksi terhadap diri sendiri. Tidak sekedar menyalahkan orang lain, tetapi tidak mau menyadari diri sendiri. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, “Kalau saja anakku sepintar dia.” Akan tetapi ternyata kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.

Dalam kehidupan ini, kita sering memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik, tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya. Kita tidak menyadari bahwa kita pun banyak melakukan kesalahan serta banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain. Maka sudah saatnya kita mulai melihat ke dalam diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain?

Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.

Tags :
Donation Confirmation