MENGHARUKAN, BALADA NI’AH DAN BAYINYA

Kalau kita mengenal pepatah” Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya,” bisa jadi tidak sepenuhnya benar. Kisah Ni’ah mematahkan pepatah ini, ceritanya dimulai sekitar 10 bulan yang lalu, ketika RBG Semarang mendapatkan pasien ibu inpartu yang hilang ingatan alias gila. Si ibu yang belakangan diketahui bernama Ni’ah ini dijemput oleh Beno dan Bidan Okta dalam keadaan awut-awutan, dekil dan bau tak sedap.

Di RBG Semarang Ni’ah sempat dimandikan, rambutnya dikeramas dan diberi shampoo agar bersih dan wangi, walaupun belum cantik benar, karena ia masih sempat kejar-kejaran dengan perawat. Sifa, selaku manajer RBG Semarang saat itu membawa Ni’ah untuk mendapatkan perawatan lanjutan ke RSJ Daerah Amino Gondohutomo. Sayangnya RSJ menolak sehingga Ni’ah dibawa ke RSUD dr. Kariadi dan diterima untuk dirawat disana. Hingga 10 bulan berlalu kisah Ni’ah seperti hilang ditelan angin. Sampai akhirnya dua pekan terakhir RBG Semarang kembali mendapatkan kabar tentang Ni’ah.

Berawal ketika dua pekan lalu, bidan RBG Semarang mengikuti pertemuan Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ), dan bertemu dengan Bidan Titik, bidan senior RSU dr. Kariadi. Dari Bidan Titik inilah cerita Ni’ah terkuak. Bahwa Ni’ah telah melahirkan bayi putrinya dengan selamat. Ni’ah juga mendapatkan perawatan lanjutan di Departemen Sosial karena kondisinya yang masih hilang ingatan, sedangkan bayinya dititipkan di RSU dr. Kariadi sambil menunggu keluarga yang ingin mengadopsi.

Adapun bayi Ni’ah diberi nama Nike yang berarti Ni’ah kecil, nama ini diberikan oleh bidan-bidan RSU dr. Kariadi. Selang empat bulan berlalu, Nike belum ada yang mau mengadopsi. Mungkin karena pertimbangan bibit, bebet dan bobot Nike yang berasal dari ibu gila. Padahal kalo dilihat Nike memiliki wajah yang cantik, bayi ini berkulit putih dan montok. Sampai-sampai para perawat menjulukinya ‘Nike MonMon.’

Padahal biasanya bayi – bayi merana di RSU dr. Kariadi ini segera mendapatkan ibunya tak lebih dari dua minggu, tapi Nike kecil masih menjadi penghuni tetap ruangan sunyi RSU dr. Kariadi. Meskipun Nike menjadi primadona dan kesayangan bidan-bidan dan perawat di sana.

Hingga suatu hari residen Obsgyn dari Aceh menyatakan niatannya agar Nike bisa diadopsi kakaknya yang tinggal di Aceh. Ternyata gayung bersambut, kakaknya yang ternyata keluarga kaya dan bersuamikan pejabat Aceh sangat antusias mengadopsi Nike.Bahkan untuk mempersiapkan kedatangannya, Nike dibuatkan kamar pribadi, lengkap dengan baju-baju baru dan mainan untuk anak usia empat bulan.


Keberangkatan Nike pun dilakukan dengan pesawat VIP, didampingi dua orang bidan RSU dr. Kariadi. Kedua bidan ini sempat dibuat takjub karena belum pernah menumpang pesawat mewah dan pertama kalinya menginjakkan kakinya di bumi Aceh. Diceritakannya, sesampai di Aceh, Nike dijemput dengan iring – iringan empat mobil mewah, lengkap dengan seluruh keluarga besar Aceh, yang nantinya akan menjadi keluarga baru Nike monmon.

Ketika di bandara baju Nike digantikan dengan baju baru, namun semua persediaan baju yang dibawa tidak ada yang muat karena badan Nike yang memang super montok. Akhirnya rombongan melanjutkan perjalanan menuju mall untuk membeli baju-baju baru bermerk untuk si kecil Nike. Itulah salah satu kisah panjang anak manusia meskipun ibunya Ni’ah menderita penyakit lupa ingatan ( gila ) namun ternyata nasib anaknya Insyaallah jauh lebih baik. Karena, “ Sesungguhnya kita tak pernah tahu dari rahim siapakah kelak calon pemimpin bangsa ini lahir.” ***



Based on true story
Semarang

Tags :
Donation Confirmation