MENJAWAB PANGGILAN KERINDUAN

Hari-hari ini duaratus ribuan saudara kita jamaah haji Indonesia mulai menyebut menyambut panggilan suci ke tanah Mekkah yang dimuliakan. Ka’bah sekali lagi menampakkan auranya yang memikat setiap muslim melepaskan semua yang dicintai di negeri asalnya. Ada pengorbanan yang tak selalu mudah dilakukan mulai harta, tenaga, hingga penyerahan jiwa.

Banyak jamaah haji yang selalu rindu untuk mengulang nikmatnya ibadah di tanah Mekkah. Pesonanya seakan tak tergantikan meski harus memberikan pengorbanan yang lebih besar dari haji sebelumnya. Kerinduan itu memanggil-manggil dalam foto kenangan, dalam rasa batin yang terpuaskan akan wisata keimanan hingga haru kala melepas saudara menuju bandara keberangkatan. Terasa indah mereka yang berpunya memuaskan dahaga spiritualnya. Lalu bagaimana bagi mereka yang tak punya?

Allah Maha Bijaksana, dalam tempo yang sama, Qurban menjadi hari rayanya mereka yang papa. Namun sayang jika mereka yang mampu dapat kapan saja ‘mengganti’ haji dengan umroh, kita berikan ganti apa jika kenikmatan Qurban ternyata habis dalam 3 hari saja? Haruskah menunggu hingga qurban tahun depan? Masa Rasulullah SAW ketika fenomena berlebih mulai terbaca, beliau pernah bersabda diriwayatkan dari Aisyah r.a, 

“Dahulu kami biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhhiyyah (qurban) sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi saw. bersabda “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari”. (HR. Bukhari-Muslim).

Superqurban melalui teknologi kornetisasi menjadi jawaban untuk meneruskan kenikmatan qurban lebih panjang. Apalagi sebagaimana sering terjadi di akhir tahun, di saat musim hujan sedang ‘peak season’, tak semua daerah siap untuk tidak terkena banjir, penyakit lupa sering menghinggapi kita sampai sering tidak kuasa mengantisipasi bencana. Saatnya memaksimalkan qurban, sekarang!

 

Tags :
Donation Confirmation